WAKTU SERVER : Rabu, 29 Maret 2017 02:46
1 Share
0 1 0

Terkait rumor makar, Ketua PP Muhammadiyah: Kalau betul itu sudah melenceng

Nasional
4 bulan yang lalu - 22-11-2016

Terkait rumor makar, Ketua PP Muhammadiyah: Kalau betul itu sudah melenceng
Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai, demo lanjutan terkait aksi bela Islam yang akan digelar Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) pada 2 Desember 2016 mendatang sudah melenceng dari niat awal. / Ist

JAKARTA - Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai, demo lanjutan terkait aksi bela Islam yang akan digelar Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) pada 2 Desember 2016 mendatang sudah melenceng dari niat awal.

Menurutnya, demo itu bukan lagi soal mengawal kasus hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang telah menjadi tersangka dalam kasus penistaan agama, melainkan sudah mengarah pada tindakan upaya menggulingkan pemerintahan (makar) yang ada saat ini.

"Yang saya tahu rumornya (demo) ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kalau itu betul, maka agendanya sudah terlepas dari agenda yang 4 November kemarin," kata Busyro saat ditemui seusai mengisi diskusi di Omah Munir, Kota Batu, Jawa Timur, Selasa 22 November 2016.

Kendati demikian, ia mengaku tidak mengetahui “dalang” yang menggerakkan massa demonstrasi itu, termasuk konseptor dan pendanaannya. "Yang jelas, saya tidak tahu demo itu aktornya siapa, konseptornya, pendanaannya siapa," tegasnya.

Busyro sangat menyayangkan, aksi massa yang begitu banyak itu ditumpangi adanya agenda gelap. Jika itu terjadi, massa yang begitu banyak itu telah ditipu. Pasalnya, sejak awal demo dilakukan hanya untuk menuntut kasus hukum terhadap Ahok, bukan untuk menggulingkan pemerintahan yang ada.

"Yang menarik justru tidak boleh ada sisi gelap. Demo melibatkan rakyat, rakyat yang datang diprovokasi, tahu-tahu agendanya yang bertentangan dengan isu-isu yang dimunculkan dalam demo itu. Ada agenda tersembunyi. Ini namanya manipulasi kekuatan rakyat yang diminta untuk demo itu," bebernya.

Busyro mengakui, ada pihak yang merasa terusik terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Presiden Jokowi. Namun demikian, mestinya pihak-pihak yang merasa dirugikan itu bisa menyampaikan kritiknya secara terbuka.

"Mendingan kalau mereka tidak paham, sampaikan saja kritik terbuka kepada Presiden Jokowi. Mengapa kebijakan-kebijakannya selalu dinilai menguntungkan kelompok-kelompok minoritas di bidang ekonomi," ungkapnya.

Ia berharap, adanya kekecewaan dari pihak-pihak tertentu itu tidak sampai mengarah pada upaya pemakzulan. "Kalau itu yang terjadi, siapa nanti yang memegang, jangan-jangan hanya oportunis-oportunis yang bermodal saja, tetapi mengorbankan simbol negara," tegas Busyro.

Editor : Effendy Wongso
Publisher : Effendy Wongso
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI