WAKTU SERVER : Rabu, 29 Maret 2017 02:48
0 Share
0 0 0

Dewan soroti anggaran rental mobil Perusda

News
4 bulan yang lalu - 25-11-2016

Dewan soroti anggaran rental mobil Perusda
Anggota Badan Anggaran DPRD Makassar, Abdi Asmara/foto: ist

MAKASSAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menyoroti, masih adanya Perusahaan Daerah (Perusda) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang masih mencantumkan anggaran untuk rental mobil bagi Direksi Perusda. Setidaknya ada 2 Perusda, yakni PD Terminal Makassar Metro dan PD Terminal Makassar Raya. Hanya saja, saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Makassar, PD Terminal mengaku telah mencoret anggaran rental mobil tesebut.

Anggota Badan Anggaran DPRD Makassar, Abdi Asmara mengatakan, rental mobil untuk direksi dianggap tidak efisien tanpa ada yang menjadi aset Perusda. Apalagi anggaran untuk rental kendaraan tersebut mencapai Rp 200 juta.

"Anggaran segitu bisa untuk beli 1 unit kendaran dinas dengan kualitas bagus. Jika dirental uang habis percuma, tanpa ada yang tinggal menjadi aset," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Makassar ini.

Menurut Abdi, rental mobil ini juga akan menjadi tanda tanya besar, selama ini Perusda yang menganggarkan rental mobil tidak pernah melaporkan berapa besar biaya selama sehari dan dari perusahaan mana, melainkan hanya sebatas memasukan dalam rencana belanja di APBD 2017. "Untuk itu, kita minta PD Parkir untuk coret anggaran ini, karena tidak efektif," sebutnya.

Pendapat senada disampaikan Amar Busthanul. Menurut politisi Partai Gerindra Makassar ini, daripada menganggarkan rental mobil, lebih baik membeli mobil dinas baru dengan anggaran yang sama. "Saya lebih sepakat anggarannya untuk membeli mobil dinas daripada harus rental. Kalau belikan jelas menjadi aset Perusda," tegasnya.

Senada dengan Abdi, Amar Busthanul mengatakan pembelian kendaraan baru sangat wajar, sebab anggaran antara membeli dengan sewa sama saja. Bahkan untuk PD Parkir, lebih besar sewa rental daripada harga satu unit mobil baru. "Saya sepakat agar membeli yang baru," ujarnya.

Sementara itu, Dirut PD Parkir Irianto Ahmad mengaku, akan mengikuti saran DPRD Makassar untuk melakukan pembelian kendaraan baru. Adapun menurutnya, kendaraan operasional sangat dibutuhkan untuk dilakukan pengawasan juru parkir (jukir) di Makassar, yang tersebar lebih dari 1000 titik parkir.

Ihwan Fajar

Editor : -
Publisher : -
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI