WAKTU SERVER : Sabtu, 25 Maret 2017 02:56
0 Share
0 0 0

Bupati Iksan sebut anggaran aspirasi siluman tak melibatkan dirinya

News
2 bulan yang lalu - 12-01-2017

Bupati Iksan sebut anggaran aspirasi siluman tak melibatkan dirinya
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar saat menjadi saksi anggota DPRD Jeneponto dalam perkara tipikor dana aspirasi yang merugikan negara Rp27 miliar/Ihwan Fajar

MAKASSAR – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar kembali menyidangkan perkara dana aspirasi siluman Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013 yang menyeret mantan anggota DPRD Jeneponto Burhanuddin.

Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar sebagai saksi persidangan. Kehadiran Iksan Iskandar pada sidang Burhanuddin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto pada tahun 2013 lalu.

Dalam persidangan, terungkap Iksan Iskandar mengaku kurang dilibatkan dalam pembahasan Rancangan APBD tahun 2013, meski pada saat itu dirinya sebagai Koordinator tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) sehingga muncul anggaran dana aspirasi oleh sejumlah anggota DPRD Jeneponto pada tahun 2012 lalu yang tidak pernah dibahas mulai tingkat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten

Ia mengungkapkan pada saat itu yang lebih berperan dalam menyusun RAPBD adalah mantan Kepala PPKAD Jeneponto Mangga Kulle dan mantan Bupati Jeneponto almarhum Radja Milo.

“Saat terjadi tarik menarik antara eksekutif dan legislatif, saya perintahkan Pak Haji Mangga (Kepala PPKAD) untuk menghadap ke Bupati pada saat itu. Tapi hasil permbahasan antara Pak Haji Mangga dengan Pak Bupati tidak pernah dilaporkan kepada saya sebagai koordinator TAPD Jeneponto,” ungkapnya kepada sejumlah awak media yang menemuinya usai sidang mantan anggota DPRD Jeneponto Burhanuddin, Rabu 11 Januari 2017.  

Tidak adanya laporan dari Kepala PPKAD pada waktu itu, membuat fungsi dinya sebagai Sekda sekaligus Koordinator TAPD tidak berguna. Ia merasa tidak difungsikannya dirinya pada saat itu dikarenakan adanya kepentingan politik. Apalagi, ungkap Ketua Golkar Jeneponto ini, pada saat itu momen Pilkada Jeneponto sudah dekat.

“Sangat kental sekali pengaruh politik pada saat itu. Apalagi saya sedang mencalonkan diri menjadi Bupati,” sebutnya.

Editor : Ihwan Fajar
Publisher : Ihwan Fajar
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI