WAKTU SERVER : Senin, 27 Februari 2017 22:47
1 Share
1 0 0

Mitos dalam Masyarakat Bugis Ketika Berada di Dapur

Budaya
13 hari yang lalu - 15-02-2017

Mitos dalam Masyarakat Bugis Ketika Berada di Dapur
illusrasi

MAKASSAR – Mitos biasanya berisi larangan atau anjuran tindakan maupun ramalan perkataan yang dipercaya dapat mendatangkan sebab tertentu. Umumnya kepercayaan ini disampaikan melalui lisan secara turun temurun dari generasi yang lebih tua. Tidak terkecuali pada masyarakat Bugis. Masyarakat Bugis memiliki beberapa 'kepercayaan' yang baik dilakukan dan mesti ditinggalkan untuk menghindari pengaruh buruk.

Di dapur, seorang yang lebih tua biasanya menyampaikan secara lisan berbagai aturan yang dianjurkan dan tidak boleh dilakukan. Mulai dari mempersiapkan hingga makanan tersaji di meja mitos kerap kali menjadi aturan yang tidak boleh diabaikan.

Beberapa mitos dapur yang masih berlaku bagi masyarakat bugis sampai saat ini antara lain:
1. Anak gadis tidak boleh bersenandung jika sedang memasak
Anjuran untuk tidak bersenandung bagi anak gadis yang tengah memasak ataupun sedang berada di dapur adalah aturan yang masih sering disampaikan oleh orang yang lebih tua. Masyarakat Bugis percaya, anak gadis yang bersenandung sambil mengerjakan tugas di dapur akan menikah dengan laki-laki yang berusia jauh lebih tua dari usia sang gadis.

Tidak ada relasi yang jelas dan logis antara bersenandung saat memasak dan usia pasangan seorang anak gadis kelak. Namun, aturan ini jika diindahkan akan mendatangkan manfaat saat proses bekerja dilakukan. Antara lain makanan yang disajikan dapat lebih higienis karena terhindar dari muncrat saat bersenandung. Selain itu, anak gadis yang memasak dapat lebih fokus menyelesaikan tugas di dapur karena dapat berpikir lebih tenang.

2. Tidak boleh duduk mengangkang saat mencuci bahan makanan
Barangkali pose duduk mengangkang saat membasuh bahan makanan sudah jarang dilakukan di dapur. Saat ini sebagian masyarakat terutama di perkotaan telah menggunakan bak pencucian piring yang letaknya lebih tinggi. Sehingga seseorang tidak harus berada dalam posisi duduk jongkok saat mencuci beras. Namun, di beberapa rumah yang masih menggunakan lantai sebagai tempat melakukan aktivitas mencuci, posisi duduk masih sering dilakukan.

Duduk mengangkang sambil mencuci bahan makanan utamanya beras dipercaya dapat membuat makanan yang sedang dicuci lebih cepat basi. Jika mencuci ikan dengan posisi duduk ini, bau amis pada ikan tidak akan hilang. Posisi duduk yang disarankan saat mencuci bahan makanan adalah duduk dengan mengatupkan rapat kedua tungkai hingga ujung dua lutut bertemu.

Selain itu, posisi duduk agak menyerong ke kiri atau ke kanan agar bagian depan tubuh tidak berhadapan langsung dengan bahan makanan yang sedang dicuci.
Meski terkesan repot, aturan ini dapat membiasakan kaum perempuan untuk duduk dengan posisi lebih sopan.

3. Membaca solawat nabi maupun surah pendek saat membasuh ikan
Mitos yang satu ini tentunya sudah dipengaruhi dengan ajaran Islam yang masuk pada masyarakat Bugis. Anjuran melafalkan solawat nabi maupun membaca surah pendek saat mencuci sumber bahan makanan hewani agar tidak meninggalkan bau amis. Selain itu, diwajibkan membasuh sebanyak tiga kali ikan dan daging lain agar bebas dari darah yang masih menempel pada daging hewan.

4. Tidak makan pada penutup makanan
Larangan untuk makan pada penutup makanan ditujukan bagi anak lelaki. Anak laki-laki yang menggunakan penutup, baik penutup panci maupun piring yang sebelumnya digunakan untuk menutup makanan, dipercaya akan menjadi "penutup malu". Maksudnya, kelak anak lelaki ini akan menikahi gadis hanya untuk menutupi aib sang gadis. Larangan yang cukup serius ini tetap dipercaya dan dijalankan oleh masyarakat Bugis hingga hari ini.

5. Menusuk bawang pada ujung pisau saat mengupas atau mengiris bawang
Untuk menghindari mata pedih saat mengupas maupun mengiris bawang, masyarakat Bugis percaya satu anjuran. Yakni menusukkan bawang pada ujung pisau yang digunakan untuk mengupas maupun mengiris bawang. Jika ingin menyaksikan pemandangan ini, sekali-kali masuklah ke dapur saat sebuah hajatan akan digelar. Para ibu yang bertugas menguliti dan mengiris puluhan kilogram bawang menghindari mata perih dengan cara ini. Unik dan sederhana.

Mitos atau fakta ya?dan apakah Anda juga melakukan hal ini? (B)

 

Debra

Editor : Salmawati
Publisher : Salmawati
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com