WAKTU SERVER : Jumat, 28 April 2017 03:33
0 Share
0 0 0

Dinilai Lamban Tangani Kasus Pembunuhan, Kombes Pol Frans Barung Kritisi Polda Sulsel

News
2 bulan yang lalu - 17-02-2017

Dinilai Lamban Tangani Kasus Pembunuhan, Kombes Pol Frans Barung Kritisi Polda Sulsel
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat, 17 Februari 2017 / Prayudha

MAKASSAR - Penanganan kasus pembunuhan yang menimpa kakek kandung Eks Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera dinilai masih simpang. 
 
Hingga saat ini aparat Polres Pinrang dinilai Barung, belum juga memberikan kejelasan terhadap pelaku pembunuhan almarhum Marten Minggu.
 
Kakek berusia 98 tahun itu ditemukan tewas di rumahnya Jalan Rusa, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang, Rabu, 4 Januari 2017 lalu, sekitar pukul 14.00 Wita. Di tubuhnya didapati 23 goresan benda tajam.
 
"Kasusnya sudah hampir satu bulan, hingga detik ini belum ada kejelasan bagaimana kejelasan kasusnya," kata perwira menengah Polri yang kini menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jawa Barat, saat dikonfirmasi MAKASSARTERKINI.com, Jumat, 17 Februari 2017.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan jajaran Polres Pinrang telah melakukan upaya untuk secepatnya menangkap pelaku.

"Polda Sulsel dan Polres sedang bekerja keras mengungkap kasus tersebut. Kami juga berharap doa keluarga agar pelaku pembunuhan tersebut dapat ditangkap secepatnya," ucapnya.

Lantara ketidakjelasan penanganan kasus tersebut, Barung kemudian melayangkan petisi terbuka untuk jajaran Polda Sulsel. Petisi ini berisi tentang sistem penegakan hukum dan kinerja reserse di Sulsel yang dinilai lamban.
 
Berikut isi petisi yang dilayangkan Barung.
 
Saat ini saya bertindak selaku pencari keadilan yang bertanya langsung kepada pemangku kepentingan, reserse yang ada di Sulsel terhadap kinerja yang diembannya selaku pengungkap kejahatan.

Saat ini saya bertanya, sudah sejauh mana penanganan pembunuhan di Pinrang terhadap Saudara Marthen Minggu yang sampai saat ini belum ada kemajuan sama sekali, padahal tim Polda sudah turun dan telah ikut ambil andil dalam pemeriksaannya.

Saat ini saya mewakili keluarga besar menanyakan, bagaimana kelanjutannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pun tidak ada perlu saya kritisi terhadap lambannya penanganan ini, seakan tidak peduli, seakan hanya dianggap biasa, padahal sepintas saja ini sudah masuk kategori perencanaan.

Saya bertanya, apakah masih ada rasa profesional polisi reserse di Sulsel ? Mengapa hal teknis sekedar menelepon saja tidak pernah, apalagi surat formal.  Sebenarnya banyak kejanggalan yang perlu diungkapkan, tapi pelaksanaannya sangat jauh dari harapan standar reserse. Jangankan menuju profesional, standar saja jauh.

Melalui surat terbuka ini, kami mohon perkembangan kasus ini secara formal,  haruslah keluarga diberi tahu sebab ini sangat memukul keluarga besar kami. 

Sekali lagi mohon maaf ada hal perlu dikritisi terhadap kinerja reserse di Sulsel terutama pengembangnya yang sangat jauh dari harapan. 

Melalui surat terbuka ini keluarga ingin agar kasus ini secepatnya diungkap, karna selain lama, kasus ini menjadi perhatian banyak orang dan keluarga.

Demikian surat terbuka ini, sebagai kontrol pencari keadilan.

Frans Barung mangera, Sik. Msi.

Prayudha
Editor : Arul Ramadhan
Publisher : Arul Ramadhan
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI