WAKTU SERVER : Rabu, 29 Maret 2017 02:51
0 Share
0 0 0

Jangan Salah Pilih, Ini Sarung Bugis untuk Cari Jodoh dan Bersenggama

Budaya
15 hari yang lalu - 14-03-2017

Jangan Salah Pilih, Ini Sarung Bugis untuk Cari Jodoh dan Bersenggama

MAKASSARTERKINI.com – “Serupa kain Tartan milik masyarakat Skotlandia yang dapat menutupi kepala hingga kaki orang yang menggunakannya, bahkan pada saat mereka (orang Bugis) tidur” Beginilah Thommas Forest dalam bukunya Voyage from Calcuta (1987;80) menceritakan selembar kain dengan corak dan warna khas milik masyarakat Bugis.

Lipa', demikian masyarakat Bugis menyebut sarung. Kain yang umum digunakan bagi kaum laki-laki maupun perempuan beberapa etnis masyarakat yang mendiami Sulawesi Selatan. Sarung terpasang rapi saat menunaikan ibadah salat.

Di pagi hari saat memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah, sarung yang dikaitkan sedemikian rupa di pinggang tetap menjadi pilihan bagi sebagian besar perempuan Bugis. Kaum laki-laki pun demikian, sarung lebih sering menggantikan peran celana kala beraktivitas di dalam rumah.

Untuk acara adat, jangan tanya lagi. Sarung adalah pasangan yang hanya bisa dikenakan bersama baju tradisonal perempuan Bugis, baju bodo (baju tokko') dan pasangan pas bagi kemeja dan jas bagi laki-laki kaum Bugis.

Di Sulawesi Selatan, budaya menenun kain sarung dimulai pada tahun 1.400. Kala itu, corak yang umum tergambar pada selembar sarung adalah garis vertikal dan horisontal. Dua ratus tahun setelah itu, yakni tahun 1.600 corak kotak-kotak yang hingga kini tetap tergambar dapa sarung orang Bugis digunakan. Corak kotak pada sarung Bugis adalah pertanda kejayaan Islam di Sulawesi Selatan.

Lipa' bercorak kotak inilah yang kemudian menjadi ciri khas sarung masyarakat Bugis-Makassar.

Berbagai Motif Sarung Bugis

Seperti halnya dengan kain tenun dari berbagai penjuru di Indonesia, masyarakat Bugis memiliki corak atau motif sarung tersendiri. Motif atau corak pada sarung disebut Balo' yang dapat menyiratkan identitas pemakainya. Corak pada Lipa' selain merupakan hiasan juga menjadi simbol yang sarat dengan filosofi yang estetik sekaligus eksotik.

Motif Ballo Renni (Corak Kecil)

Motif Ballo Renni sarat dengan garis-garis vertikal dan horizontal yang tipis dan menghasilkan kotak-kotak kecil. Sarung dengan motif ini biasanya menggunakan warna-warna terang namun lembut, seperti Bakko (merah jambu atau Cui (Hijau muda).

Motif sarung Ballo Renni diperuntukkan bagi anak gadis atau seorang perempuan yang belum menikah. Dahulu, bila seorang laki-laki ingin mencari calon isteri, biasanya akan datang ke hajatan. Bila terlihat seorang perempuan menggunakan sarung bermotif kotak-kotak kecil dengan warna cerah namun lembut dapat dipastikan perempuan tersebut adalah anak gadis yang belum berumah tangga.

Lihat juga : Tentang Kawin Lari Suku Bugis Makassar

Motif Ballo Lobang

Motif Balo Lobang adalah pasangan dari motif Ballo Renni. Digunakan bagi kaum laki-laki yang juga belum menikah. Berbeda dengan corak Ballo Renni, garis sarung Ballo Lobang cenderung lebih tebal dan menghasilkan motif kotak yang ukurannya lebih besar.

Bentuk kotak pada corak Ballo Lobang serupa dengan kotak pada Sula Eppa Walasuji.Dari segi warna, sarung ini biasanya menggunakan warna terang yang tegas seperti warna Cella (merah), Cella Raka (Merah menyala), dan Camara'Merah keemasan).

Motif Tettong dan Motif Makkalu

Serupa dengan motif Ballo Renning dan Ballo Lobang, motif Tettong dan motif Makkalu menggunakan permainan dan kombinasi garis. Perbedannya, pada motif Ballo Renni dan Ballo lobang akan ditemui kombinasi garis vertikal dan horiontal.

Pada motif Tettong hanya akan ditemui garis berdiri tegak (vertikal). Sementara pada motif makkalu, hanya akan ditemui garis melintang (horizontal) yang mengelilingi sarung. Garis melintang ini akan saling bertemu setelah kedua ujung sarung disatukan dalam jahitan.

Motif Bombang

Bombang yang berarti ombak adalah garis bergelombang pada permukaan sarung. Terbentuk dari segitiga sama sisi yang berjejer sambung menyambung. Motif ini mencerminkan jiwa bahari yang dimiliki oleh orang Bugis yang terkenal sebagai pelaut ulung. Motif ini biasanya digunakan pada saat proses melamar seorang gadis. Motif bombang adalah simbol dari keteguhan dan kesungguhan hati seorang laki-laki.

Motif Cobo'

Motif Cobo sepintas mirip dengan motif Bombang. Yang membedakan adalah corak segitiga pada motif Cobo tegambar lebih ramping dan tinggi dengan ujung yang lebih cobo atau runcing.

Corak segitiga pada sarung ini juga berjejer saling berkaitan dan bersambung tak terputus setelah kedua tepi ujung sarung disatukan. Sama seperti scorak Bombang, sarung bercorak Cobo' juga menggambarkan keteguhan hati seorang laki-laki sehingga biasa digunakan saat akan melamar seorang gadis.

Motif Lagosi

Digambar di atas selembar kain sutera, corak Lagosi merupakan corak flora ataupun bunga. Lagosi merupakan nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo.

Motif Moppang

Inilah sarung yang keberadaannya sangat dirahasiakan oleh pemiliknya. Moppang berarti tengkurap. Disebut demikian sebab dalam sarung ini hanya terdapat empat larik garis garis sejajar dan melintang. Dua garis tipis selebar jari telunjuk orang dewasa akan mengapit dua buah garis besar setelah lima ukuran jari orang dewasa.

Jarak antara garis tipis dan garis besar adalah selebar lima jari telunjuk orang dewasa. Sementara jarak antara kedua garis tebal tadi adalah selebar satu jari telunjuk dewasa. Dari jauh, garis-garis ini seolah berhadapan dalam posisi Moppang (tengkurap). Maka muncullah istilah lain dari motif ini, yakni Sioppangeng (Saling berhadapan).

Satu jari tadi adalah simbol dari parewa alu-alunna sang pria, sedangkan lima jari adalah simbol lima lapis pelindung rahim sang perempuan (Jempa-jempa, kulit tubuh, mulut kelamin perempuan, selaput darah, dan mulut rahim sendiri).

Lihat juga : Ini Urutan Cara Melamar Perempuan Bugis-Makassar

Berbeda dengan keenam motif sebelumnya, motif ini tabu untuk dipakai di luar rumah oleh pria maupun perempuan. Lajang, sudah menikah ataupun duda. Motif ini hanya ditemui di dalam kamar bagi mereka yang sudah berkeluarga. Jika tak disembunyikan dalam lemari, kadang pula disembunyikan bersama lipatan kelambu. Bahkan ada yang menyembunyikan dibalik sarung bantal bersama bantal itu sendiri hingga disembunyikan di bawah kasur.

Sarung ini dibuat dengan ukuran yang lebih besar, satu kali setengah hingga dua kali lebih besar dari sarung biasa. Dibuat dengan kandungan kain sutera yang minim. Juga tidak memakai tambahan benang emas atau benang perak.

Kenapa sarung dengan motif ini sangat “disembunyikan”? Sarung dengan motif ini dibuat khusus untuk melakukan proses “Siri’ dalam sarung”. Persenggamaan dalam sebuah sarung. Kaidah dalam kearifan lokal Bugis mengajarkan, proses persetubuhan hanya boleh dilakukan dalam sebuah sarung. Suami dan Istri, bersama-sama masuk dalam sebuah sarung (sekarang diganti dengan selimut).

Inilah bentuk penghargaan adat Bugis terhadap harkat dan martabat perempuan. Seks tidak dimaknai sebagai pergumulan nafsu, melainkan sebentuk kewajiban dan hak yang memiliki tatanan dan tuntunan. Teknik ini dikupas detail dalam Lontara Sebboq/Assikalabaineng, kitab percintaan ala Bugis. Mungkin serupa dengan Kamasutra ala India atau Serat Centhini ala Jawa.

Dahulu, sarung dengan motif ini akan dibuat oleh para gadis Bugis menjelang pernikahannya. Sederhananya, inilah tenunan terakhir sang gadis selama masih perawan. Jangan berharap sarung ini dapat anda lihat akan dijemur atau dianginkan-anginkan oleh si empunya. Sarung ini tak pernah dicuci. Tak boleh ditampakkan kepada orang lain, ia adalah simbol aib bagi sepasang suami istri.

Jika salah satu dari pasangan suami istri tadi meninggal atau berpisah karena cerai. Maka sarung ini akan dibakar, meski ada juga yang menyimpannya sebagai kenangan. Meski pada akhirnya akan dimusnahkan. Sarung ini pantang untuk diperlihatkan pada siapapun, termasuk anak sendiri. Maka sarung ini tak dapat diwariskan.

Debra Ayudhistira

Editor : Muhammad Yunus
Publisher : Muhammad Yunus
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI