WAKTU SERVER : Rabu, 29 Maret 2017 02:52
1 Share
0 1 0

KCB Kembali Viral, Pemuda 24 Tahun Nikahi Nenek 67 Tahun di Madiun

Nasional
9 hari yang lalu - 20-03-2017

KCB Kembali Viral, Pemuda 24 Tahun Nikahi Nenek 67 Tahun di Madiun
Media sosial (medsos) kembali dihebohkan kisah cinta berjarak (KCB). Pasalnya, video pernikahan seorang nenek dengan pemuda di Dusun Petung, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun mendadak viral dalam sepakan terakhir. / Ist

MADIUN – Media sosial (medsos) kembali dihebohkan kisah cinta berjarak (KCB). Pasalnya, video pernikahan seorang nenek dengan pemuda di Dusun Petung, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun mendadak viral dalam sepakan terakhir.

Pernikahan KCB antara Rokim (24) dengan Tampi (67) bukan isapan jempol seperti yang didengungkan di medsos. Mereka menikah pada Rabu 15 Maret 2017 lalu.

Rokim mengaku, menikahi Tampi lantaran cinta dan rasa iba. “Saya menikahi Tampi karena kasihan sebab ia masih menyendiri," beber pria kelahiran Nganjuk, 10 Juni 1993 itu, di kediamannya di RT 9 RW 2 Dusun Petung, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jumat 17 Maret 2017.

Sekadar diketahui, Tampi hanyalah seorang tukang pijat yang tidak menentu penghasilannya. Sekali pijat, ia hanya mendapatkan upah Rp 40 ribu. Tak hanya itu, rumahnya pun hanya berdinding tripleks dan berlantai tanah berukuran delapan kali tujuh meter.

Menilik lebih jauh, di bagian belakang rumah, dinding terbuat dari potongan kayu papan yang disusun. Bagian belakang rumah difungsikan dapur sekaligus kandang kambing.

Rumah sederhana Tampi tidak memiliki perabot mewah. Di dalam rumahnya hanya ada satu lemari kayu, dan kasur kapuk tipis berukuran sekitar dua kali satu meter yang digelar di lantai ruang tengah beralaskan tikar.

Untuk memasak, setiap harinya ia hanya menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu bakar. Sementara listrik, Tampi masih ikut tetangga sebelumnnya. "Saya belum bisa pasang sendiri karena tidak ada biaya pasangnya," ujarnya.

Sebenarnya, sejak berusia 16 tahun Rokim sudah mengenal Tampi. Bila kecapekan kerja, ia sering datang ke rumah wanita kelahiran Madiun, 18 Januari 1950 tersebut untuk meminta dipijat agar lelahnya hilang.

Kendati begitu, rasa cinta mulai tumbuh setahun terakhir. Bermula dari rasa kasihan, lama-lama Rokim jatuh cinta terhadap Tampi. Apalagi, Tampi juga selalu memberikan perhatian tulus saat Rokim datang ke rumahnya.

Meski berusia jauh lebih muda dibandingkan Tampi, pria yang tidak lulus SD ini mengaku tidak malu memiliki istri seorang janda yang berumur selisah 43 tahun dari umurnya. Ia yakin pilihannya tak salah karena baginya jodoh sudah ditentukan Tuhan.

Hingga akhirnya, seminggu yang lalu iamemberanikan diri untuk melamar wanita yang dicintainya itu.

Sebelum menikah dengan Tampi, Rokim mengaku belum pernah berpacaran atau menjalin hubungan asmara dengan wanita lainnya. Baginya, Tampi sosok wanita yang pertama dicintainya.

Sementara itu, Tampi yang sudah menjanda sejak usia 15 tahun tak menyangka Rokim bakal serius menikahinya. Wajah Tampi tak tersipu malu saat menceritakan kisah cintanya dengan Rokim. Ia baru tahu keseriusan Rokim setelah datang melamar melalui adiknya.

"Saya kaget, minggu lalu ia datang ke rumah bertemu adik saya lalu melamar saya," ungkap Tampi malu-malu.

Bahkan ia menganggap lamaran yang diceritakan adiknya itu hanya bahan tertawaan saja. Apalagi, usianya dengan Rokim terpaut 43 tahun dan status dirinya hanyalah seorang janda.

Tidak disangka, beberapa hari kemudian Rokim bersama keluarganya datang ke rumah dan melamarnya. Keduanya akhirnya dinikahkan penghulu secara sah di rumah tetangganya, Rabu 15 Maret 2017.

Editor : Effendy Wongso
Publisher : Effendy Wongso
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI