WAKTU SERVER : Sabtu, 25 Maret 2017 03:07
0 Share
0 0 0

Komnas HAM RI Temui Pangdam, Ini Inti Pembahasannya

News
4 hari yang lalu - 21-03-2017

Komnas HAM RI Temui Pangdam, Ini Inti Pembahasannya
Dok MT

MAKASSAR - Setelah melakukan tatap muka dengan warga Bara-baraya, Tim Komnas Ham RI yang dipimpin Prof. Hafid Abas mengadakan pertemuan dengan Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus SB di Markas Kodam Wirabuana, Senin 20 Maret 2017.

Kapendam VII Wirabuana Kolonel Infantri Alamsyah mengatakan, kedatangan Tim Komnas HAM untuk mendapatkan data, fakta dan informasi tetang status tanah okupasi asrama Bara-baraya serta proses penertiban dan permasalahan yang terjadi.

"Tim Komnas Ham RI mendapat penjelasan dari Pangdam serta paparan oleh Aslog Kolonel Czi  Rachmat Setiawibawa, Dandim 1408/BS Letkol Kav Otto Sollu, Kepala Hukum Kodam Letkol Maryono serta Kazidam Kolonel Czi Galih Suhendro, mengenai kondisi tanah sesuai fakta dilapangan, status tanah dan proses sewa menyewa sesuai perspektif hukum, termasuk permasalahan yang timbul saat ini," ungkapnya.

Setelah mendengar dan melihat penjelasan secara lengkap dan terinci, kata Alamsyah, akhirnya Tim Komnas Ham RI memahami bahwa benar telah terjadi perjanjian sewa menyewa tanah seluas 28.970,10 M² di Bara-baraya pada 1 Januari 1967, antara Komandan Kodim 1408/Djumpandang (yang ditanda tangani Kasdim a.n. Mayor A.Bustam) dengan Nurdin Nombong (ahli waris/anak dari Moedhinong Dg. Matika) sesuai Surat Perjanjian Nomor 042/F/1967.

Selanjutnya dengan adanya surat permohonan pengembalian tanah okupasi tersebut dari ahli waris tertanggal 9 Mei 2016, pihak Kodam VII Wirabuana berkewajiban untuk mengembalikan tanah yang dimaksud kepada pemiliknya yang sah yaitu Nurdin Dg Nombong dalam keadaan kosong tanpa beban apa pun di atasnya (termasuk adanya para penghuni).

"Penertiban dilaksanakan dalam 2 tahap, dimana pada tahap pertama telah dilaksanakan tanggal 13 Desember 2016 terhadap lahan seluas 22.083 M² dari total luas 28.970,10 M² yang dihuni oleh 102  KK di asrama Bara-baraya," lanjut Alamsyah.

Dengan adanya penertiban tahap pertama, sisa lahan yang belum dikembalikan seluas 6.202 M² (20 rumah) terletak di RT 06 RW 04 dan seluas 685 M²  (8 rumah) terletak di RT 01 RW 01. "Mengenai sisa lahan tersebut, saat ini sudah dikeluarkan Surat Peringatan ke-3," kata Alamsyah.

Tim Komnas Ham RI juga mengetahui bahwa proses penertiban yang dilakukan Kodam Wirabuana sesuai mekanisme hukum yang berlaku, dengan cara humanis dan berupaya menghindari benturan-benturan fisik dilapangan.

Para penghuni seluruhnya disewakan rumah kos untuk tinggal sementara dan diberikan dana kerohiman. Namun, kebanyakan diantara mereka dengan sadar dan sukarela langsung pindah ke rumah pribadinya. Adapun permasalahan yang timbul saat ini merupakan ulah provokator dari segelintir warga maupun non warga setempat yang bertujuan mendapatkan keuntungan tertentu.

Pada kesempatan itu Pangdam menyampaikan terimakasih kepada Tim Komnas Ham RI yang telah menjembatani kepentingan warga dengan Kodam. 

“Dengan kunjungan ini akan diketahui secara objektif substansi permasalahan yang sebenarnya. TNI selalu menjadi sahabat rakyat, bukan sebaliknya menjadi musuh rakyat “ tegas Pangdam, Agus SB.

Sedangkan Prof. Hafid Abas mengucapkan terimakasih atas sambutan Pangdam beserta staf yang sangat baik. “Nantinya data dan fakta yang diperoleh ini akan menjadi bahan evaluasi terhadap adanya aduan masyarakat,“ ucapnya.

Editor : Arul Ramadhan
Publisher : Arul Ramadhan
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI