WAKTU SERVER : Kamis, 27 April 2017 18:07
0 Share
0 0 0

Lelah menanti ganti rugi lahan, ahli waris di Makassar tutup jalan tol dengan batu

News
10 hari yang lalu - 17-04-2017

Lelah menanti ganti rugi lahan, ahli waris di Makassar tutup jalan tol dengan batu
Ahli waris pemilik lahan Intje Koemala versi Chandra Taniwijaya resmi menutup badan jalan Tol Reformasi Makassar secara permanen dengan menggunakan batu, Senin 17 April 2017. Penutupan yang dilakukan ahli waris tersebut merupakan bentuk perlawanan yang bertahun-tahun menanti sisa pembayaran pembebasan lahan Tol Reformasi Makassar. / Herman Kambuna

Makassar - Ahli waris pemilik lahan Intje Koemala versi Chandra Taniwijaya resmi menutup badan jalan Tol Reformasi Makassar secara permanen dengan menggunakan batu, Senin 17 April 2017.

Penutupan yang dilakukan ahli waris tersebut merupakan bentuk perlawanan yang bertahun-tahun menanti sisa pembayaran pembebasan lahan Tol Reformasi Makassar.

Karena ahli waris sudah lelah menunggu itikat baik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR) untuk membayarkan sisa ganti rugi lahan mereka yang dibebaskan menjadi jalan tol sejak 2001 silam sebesar Rp 9 miliar.

“Kami baru dibayar sepertiga dari total ganti rugi pembebasan lahan sebesar Rp 12 miliar lebih. Sisanya, 16 tahun lebih kami menunggu dan sampai saat ini tak ada hak kami diberikan,” terang Andi Amin Halim, pendamping hukum ahli waris Intje Koemala versi Chandra Taniwijaya saat ditemui di sela penutupan jalan

Sebelumnya, delapan bulan berlalu ahli waris bersama warga setempat serta sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Sulsel, beraksi dengan membangun tenda di atas lahan mereka yang dijadikan sebagai jalan Tol Reformasi Makassar

 Namun, aksi tersebut tidak membuat Kemen PU-PR bergerak sedikit pun, dan pada akhirnya ahli waris dan ratusan warga beraksi untuk menguasai lahan secara permanen dengan menghambur batu karang sebanyak truk, Senin 17 April 2017.

 “Kementerian PU-PR juga ingkar janji, dari hasil mediasi Kapolda Sulsel untuk segera membayarkan sisa ganti rugi laha,  sehingga kami menilai mereka tidak ada itikad baik sedikit pun,” papar Amin.

Amin berharap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa turun tangan dan menindak Kementerian PU-PR yang telah menyengsarakan rakyat kecil, sehingga harus beraktivitas dalam tenda plastik karena tidak memiliki tempat tinggal lagi.

“Lahan mereka dicaplok begitu saja Kementerian PU-PR tanpa diberi ganti rugi, sehingga warga ahli waris pemilik lahan mengambil kembali lahannya. Perlu saya tegaskan kepada semua pihak, lahan milik ahli waris secara yuridis belum berstatus jalan tol karena belum dibayarkan ganti ruginya,” pesannya.

Sehingga, sebut Amin, penegak hukum sekalipun tidak boleh menekan warga dan ahli waris ketika mengambil lahannya.

Herman Kambuna

Editor : Effendy Wongso
Publisher : Effendy Wongso
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI