WAKTU SERVER : Kamis, 27 April 2017 18:09
0 Share
0 0 0

Tidak sengaja minum air keras, begini kondisi Hendra Abdi

News
9 hari yang lalu - 18-04-2017

Tidak sengaja minum air keras, begini kondisi Hendra Abdi
Hendra Abdi bersama istri dan kedua anaknya / IST

Makassar – Hendra Abdi, warga Jalan Abdullah Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar tidak sengaja memasukkan air keras atau dalam bahasa kimianya asam sulfat (H2SO4) ke dalam mulutnya.

Kejadiannya tahun 2004. Waktu itu, Hendra masih berstatus mahasiswa di Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin.

Hendra bersama teman mahasiswa lainnya melaksanakan praktik lapang di Bendungan Bili-bili Kabupaten Gowa.

Sampel air yang diambil ada di tengah bendungan. Sehingga praktikan – sebutan bagi peserta praktik lapang -- harus menggunakan perahu. “Saat saya melakukan titrasi, perahu tiba-tiba oleng. Asam sulfat pekat masuk ke dalam mulut,” kata Hendra kepada makassarterkini.com, Selasa 18 April 2017.

Semua mahasiswa dan asisten dosen di atas perahu cemas melihat asam sulfat terminum. Mulut Hendra terlihat putih. “Saat saya muntahkan, asam sulfatnya melubangi celana jeans mahasiswa di depan saya,” katanya.

“Rasanya asam dan pahit,” tambah Hendra.

Karena panik, kegiatan praktik langsung dihentikan. “Asisten dosen dan teman-teman mahasiswa minta dengan sangat kasus ini jangan diceritakan. Mereka takut ditangkap polisi,” kata Hendra.

Berita ini pun sampai di kampus dan heboh di kalangan mahasiswa dan dosen. “Semua ketakutan karena saya dilaporkan minum asam sulfat yang kadarnya mungkin 100 persen,”

“Meski terjadi kesalahan prosedur praktikum, Saya santai saja dan tidak berniat melapor. Karena saya merasa tidak ada masalah dengan mulut dan tubuh saya. Gigi tidak rontok, dan lidah juga tetap ada. Bahkan beberapa saat setelah kejadian saya masih sempat makan dan minum,” kata Hendra.

Setelah 13 tahun berlalu, Hendra masih mengingat peristiwa yang dialaminya. Apalagi setelah munculnya kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan dengan air keras. “Grup media sosial saya kembali heboh. Semua mengungkit masa lalu saya yang pernah minum asam sulfat,” kata Hendra tertawa.

Hendra telah menikah dan memiliki satu anak. “Alhamdulillah sampai saat ini sehat. Mungkin saat itu saya masih ditolong Tuhan,” katanya.

Dalam lingkungan kampus, Asam Sulfat selalu disimpan dalam botol kimia dengan label bergambar kepala tengkorak. Zat kimia ini pun selalu disimpan dalam lemari terkunci. Tidak sembarang mahasiswa atau dosen yang boleh mengambil tanpa ijin.

 

Editor : Muhammad Yunus
Publisher : Muhammad Yunus
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI