WAKTU SERVER : Kamis, 27 April 2017 18:08
0 Share
0 0 0

Mobil penyapu jalan Parepare dioperasi perdana pada STQ

News
6 hari yang lalu - 21-04-2017

Mobil penyapu jalan Parepare dioperasi perdana pada STQ
Mobil penyapu jalan pemerintah parepare/Foto:Arsyad

PAREPARE – Satu unit mobil penyapu jalanan atau street sweeper buatan Italy milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Parepare akan dioperasikan perdana pada pelaksanaan STQ tingkat Sulsel 27 April mendatang. Mobil penyapu jalan ini dibeli dengan harga Rp2,7 miliar dengan menggunakan APBD 2016.

Sekertaris DLHK Kota Parepare, Andi Lukman mengungkapkan bahwa hingga saat ini mobil penyapu sampah belum difungsikan. Hal ini disebabkan karena membutuhkan persiapan yang baik dalam pengoperasiannya, baik dari operator ataupun momennya.

Selain itu, jalur atau lokasi yang menjadi tempat difungsikannya mobil penyapu jalan juga harus memiliki jalan atau aspal yang rata, sehingga tidak terlalu memaksa penggunaannya dan akan lebih terawat.

“Mobil ini sangat mahal, apalagi dari dana APBD Kota Parepare, maka kami dari DLHK harus lebih berhati-hati dalam menjaga apa yang diamanahkan pemerintah kota serta pemeliharaannya, dalam hal ini mobil penyapu sampah,” jelas Andi Lukman.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini pemanfaatan mobil penyapu sampah akan difungsikan, rencana diturunkan saat STQ 27 April mendatang. Untuk lokasi awal pembersihannya akan dilakukan di alun-alun kota yang dianggap sebagai pusat keramaian, jalan Bau Massepe dan Mattirotasi serta jalan Sultan Hasanuddin. Ketiga jalan ini memiliki jalanan yang rata sehingga akan lebih mudah dalam pengoperasiannya.

“Kami melihat kondisi di lapangan, mana yang perlu dipriotitaskan dengan volume sampah serta yang menjadi pusat-pusat keramaian,” ungkap Lukman.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana DLHK, Andi Sinrang menjelaskan, mobil penyapu sampah tersebut seharga Rp.2.710.275.000, memiliki penyapu dari tiga sisi sekaligus dengan alat vakum, alat fungsi penyiram, dan bak sampah yang mampu memuat 1,5 kubik sampah.

Dalam pengoperasiannya, mobil penyapu sampah akan didampingi dengan mobil pikc up yang berfungsi sebagai penampung jika bak sampah sudah penuh. Operatornya sendiri sudah ditraining untuk pengoperasian, jadi bisa dibilang sudah berpengalaman.

Pihak DLHK tetap menganggarkan biaya pemeliharaannya, untuk tahun pertama dianggarkan pada bahan bakarnya saja, hal ini karena suku cadang sudah disiapkan untuk setahun ke depan, di tahun kedua diestimasikkan dengan anggaran Rp100 Juta per tahun, dan ini sudah termaksud dengan anggaran belanja spare park dan BBM. “Ini hanya estimasi Rp100 Juta per tahun, dan angka pemeliharaan ini bisa saja di bawahnya,” tutupnya. (B)

Arsyad

Editor : Salma
Publisher : Salma
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI