WAKTU SERVER : Kamis, 27 April 2017 18:08
0 Share
0 0 0

Produksi gabah musim tanam 2017 meningkat capai 325.000 ton

News
6 hari yang lalu - 21-04-2017

Produksi gabah musim tanam 2017 meningkat capai 325.000 ton
Produksi gabah musim tanam 2016-2017 di Bulukumba tercatat 325.322 ton. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan musim tanam 2015-2016 yang mencapai 293.322 ton. Angka itu meningkat 10,89 persen. / Diva

Bulukumba - Produksi gabah musim tanam 2016-2017 di Bulukumba tercatat 325.322 ton. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan musim tanam 2015-2016 yang mencapai 293.322 ton. Angka itu meningkat 10,89 persen.

Produksi gabah musim tanam 2016-2017 yang mencapai lebih dari 325 ribu ton tidak terlepas dari campur tangan pemerintah dalam menyukseskan program swasembada pangan.

Peningkatan produksi gabah 10,89 persen tahun ini, disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Bulukumba, Harun di acara panen raya padi di Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, Kamis 20 April 2017. 

"Saya mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan pengetahuan agar dapat menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Saya juga mendorong petani untuk menanam dengan mengikuti teknologi yang dianjurkan," katanya.

Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali menyambut baik produksi gabah musim tanam 2017 yang meningkat cukup signifikan. Peningkatan produksi gabah tahun ini tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian. 

"Saya berharap, para penyuluh terus mengawal dan mendampingi petani. Tahun ini, ada 11 penyuluh pertanian lapangan yang diangkat jadi CPNS, semoga kinerja semakin baik," harap Sukri.

Panen raya padi yang dipusatkan di Kelompok Tani Lappangange, Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang dihadiri ratusan petani. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bentuk kebersamaan antara Pemkab dengan petani.

"Saya juga menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri dalam mendukug swasembada pangan," ujar mantan militer berpangkat kolonel ini.

Sementara itu, hasil analisis usaha padi per hektarenya menunjukkan nilai ekonomi yang cukup bagus.

Hal itu dijelaskan Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Bulukumba, Andi Dahniar.

Diuraikan, biaya produksi untuk satu hektare sawah mencapai Rp 10 juta, sementara produksi gabah 9,7 ton. Bila produksi gabah 9,7 ton dikali harga gabah Rp 3.800 per kilogram, maka harga jual gabah mencapai Rp 36 juta. Sehingga, keuntungan petani bisa mencapai Rp 26 juta.

Panen raya juga dihadiri Ketua DPRD Andi Hamzah Pangki, Dandim Letkol ARM Sutikno, Kapolres Kurniawan Affandi, dan Wakil Kepala Bulog Divre Bulukumba Abdul Hamid Majid.

Diva

Editor : Effendy Wongso
Publisher : Effendy Wongso
0 Ulasan
Anda harus Login terlebih dahulu

Subscribe !!!

Jangan sampai ketinggalan berita terkini,
langganan newsletter kami sekarang!

example@mail.com
EVENT TERKINI