Makassar Terkini

Switch to desktop Register Login

Kecelakaan Maut di Wajo, Dua Tewas

Rate this item
(0 votes)

SENGKANG– Kecelakaan maut terjadi di Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, sekitar pukul 16.30 Wita kemarin. Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut dua orang tewas.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO menyebutkan, kecelakaan itu terjadi di Jalan Poros Bosowa KM 4-5, Desa Lempa. Korban tewas diketahui bernama Rasdianto, 25, warga Ajangale, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, dan Azis Taba, 51, warga Sabbangparu, Kabupaten Wajo. Kecelakaan itu bermula ketika Rasdianto yang mengendarai motor Yamaha Fiz R nomor polisi DD 3590 TH berboncengan dengan Jamasril melaju dari arah selatan ke utara Jalan Poros Bosowa.

Sesampainya KM 4-5, Desa Lempa, Rasdianto hendak menyalip mobil yang ada di depannya, namun dari arah berlawanan melaju kencang sepeda motor Yamaha Jupiter Z nomor polisi DD 3460 QT yang dikendarai Azis Taba. Tabrakan pun tak bisa dihindari. Kedua sepeda motor itu bertabrakan sangat keras. “Kemungkinan salah satu dari korban hendak menyalip mobil yang ada di depan sehingga terjadi tabrakan,” kata Baharuddin, warga Lempa kepada KORAN SINDOkemarin.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukkelleng Sengkang. Namun, kedua korban yakni Azis Taba dan Rasdianto tidak tertolong. Rasdianto diperkirakan tewas di lokasi kejadian diduga mengalami luka dalam yang parah karena dari kedua telinganya keluar darah. Azis Taba juga terluka parah karena kepalanya pecah. Sementara Jamasril hingga petang kemarin masih menjalani perawatan intensif di RSUD Lamaddukkelleng Sengkang.

Selain menyebabkan dua orang tewas, dalam kecelakaan itu juga menyebabkan Baso Asri, 18, mengalami luka patah pada lengan kiri. Baso Asri merupakan pengendara sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi DD 6375 QP yang terpelanting karena menghindari tabrakan itu. Baso Asri terkejut melihat tabrakan tersebut sehingga spontan menarik tuas rem secara tiba-tiba yang mengakibatkan sepeda motornya terpelanting dan jatuh ke aspal jalan.

“Dia diduga jatuh karena kaget melihat tabrakan itu sehingga dia melakukan pengereman mendadak dan jatuh. Namun menurut informasi, dia hanya mengalami luka ringan. Begitu juga dengan motornya hanya rusak ringan,” kata Baharuddin. Sekitar pukul 21.00 Wita, keluarga Rasdianto yang tiba dari Larompong, Kabupaten Luwu, histeris karena baru mengetahui Rasdianto meninggal dunia.

Puluhan keluarga Rasdianto menangis di ruang ICU RSUD Lamaddukelleng tempat jenazah korban disimpan. “Saya tidak percaya kalau dia meninggal karena sebelum meninggalkan Bone, dia sempat memberi kabar kalau dirinya mauberangkat,” kataNurdin, salah seorang keluarga Rasdianto.

Informasi yang dihimpun, Rasdianto dan keluarganya merupakan warga Ajangale, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone. Tapi sudah lama bertani di Larompong, Kabupaten Luwu, dan rencananya Rasdianto malam itu mau ke Larompong. Di tempat berbeda di kawasan Salojampu, Kelurahan Sompe, Kecamatan Sabbangparu, di rumah Azis Taba hingga pukul 22.00 Wita terdengar tangisan histeris.

Kapolsres Wajo AKBP Masrur membenarkan peristiwa tersebut. Menurut kapolres, kondisi motor milik kedua korban mengalami rusak parah. Selain ban motor depan terlepas dan mesin motor keduanya juga pecah. “Motor saat ini sudah diamankan Satlantas Polres Wajo,” katanya. KORAN SINDO - jumardi nurdin

Login to post comments

2013 © Makassar Terkini. All rights reserved.

Top Desktop version