Makassar Terkini

Switch to desktop Register Login

BERITA TERKINI

BERITA TERKINI (1751)

WATAMPONE - Sedikitnya 20 orang siswa SMA Negeri 4 Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengalami kesurupan. Kejadian tersebut berawal saat siswa sedang belajar di kelas, tiba-tiba berteriak dan meronta-ronta hingga keluar kelas.
 
Guru dan siswa lain yang menyaksikan ada siswa kesurupan pada Senin (1/9/2014), kaget dan panik. Mereka berusaha membantu siswa yang kesurupan masuk ke ruang kelas dan musala sekolah.
 
Namun, guru dan siswa yang berusaha menolong sempat kewalahan karena dari kelas lain silih berganti siswa berteriak dan keluar kelas. Bahkan, seorang siswa yang kesurupan lari mendekati sebuah pohon sambil berteriak dan mengaku dirinya yang 'masuk' ke sejumlah siswa. Siswa tersebut tidak mau diganggu dan tidak mau tempatnya dikotori.
 
Khawatir dengan banyaknya jumlah siswa yang kesurupan, pihak sekolah meminta bantuan seorang ustaz. Dengan membaca ayat-ayat suci Alquran, ustaz dan guru berusaha menenangkan siswa yang kesurupan.
 
Salah seorang siswa, Muhammad Risnaldy, mengatarakan sekitar 20 orang temannya mengalami kesurupan. Dia menduga kesurupan tersebut berawal saat upacara bendera, karena saat upacara berlangsung teman-temannya banyak yang jatuh pingsan.
 
Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah menghentikan proses belajar mengajar dan memulangkan siswanya lebih awal. Sementara, siswa yang kesurupan dijemput oleh orangtua mereka. SINDONEWS-Bulan Sri Indra Maya

Tuesday, 02 September 2014 02:02
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Seleksi CPNS kembali dibuka hari ini hingga dua minggu ke depan. Sebelumnya, pendaftaran seleksi Calon Aparat Sipil Negara (CASN) atau dulu disebut CPNS sempat dibuka sejak pekan lalu.

Namun selama hampir sepekan, pendaftaran dibuka ditemukan banyak masalah hingga di tutup sementara .

Masalah tersebut antara lain  formasi yang tidak jelas di berbagai daerah sampai situs panitia penerimaan CASN yang sulit diakses. Belum lagi penerimaan di beberapa daerah dibuka dalam waktu yang tidak bersamaan.

Untuk itu BKD se-Sulsel menyepakati  membuka kembali penerimaan CPNS secara bersamaan. Dari beberapa kali pertemuan BKD se-Sulsel dan hasil konsultasi dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) disepakati untuk mulai membuka pendaftaran serentak  hari ini.

Rencananya pendaftaran dan pemasukan berkas ini berlangsung selama dua minggu atau sampai 13 September mendatang.

Kepala BKD Sulsel, Mustari Soba mengatakan penerimaan CPNS secara serentak ini sesuai dengan petunjuk dari Kemenpan-RB. "Semua daerah mulai besok (hari ini) buka pendaftaran selama dua pekan, termasuk Pemprov Sulsel. Kecuali Kota Makassar yang sudah lebih dulu. Pendaftaran ini selama dua pekan termasuk pengiriman berkas melalui kantor pos," kata Mustari di ruang kerjanya, Senin (1/9).

Setelah mendaftar melalui online, Mustari berharap agar pendaftar secapatnya memasukkan berkas. Print out dari pendaftaran online, menjadi salah satu persyarakat diikutkan dalam berkas yang dikirim ke BKD melalui kantor pos.

Pada kesempatan itu, Mustari juga mengomentari terkait BKD Makassar yang membuka pendaftaran lebih dulu. Menurut Mustari, langkah Pemkot tersebut tanpa melalui persetujuan BKD Sulsel. Padahal hal itu harus dilakukan, sesuai ketentuan Kemenpan-RB

"Pihak Pemkot juga pernah melontarkan permintaan maaf kepada kami karena membuka pendaftaran lebih dulu. Yang jelas, itu tanpa koordinasi sehingga kalau ada masalah kita tidak mau bertanggung jawab," jelasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Sulsel, Nursamsi menjelaskan, setelah berkas diterima, BKD langsung akan melakukan verifikasi berkas. "Setelah itu, BKD mengeluarkan nomor tes serta user yang akan digunakan pada saat proses tes menggunakan sistem CAT," ujarnya. SINDONEWS-Jumaidil Halide

Tuesday, 02 September 2014 02:00
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MANADO - Matahari bercincin membuat heboh warga Kota Manado siang 1/9. Karena tampilan matahari tidak seperti biasanya. Bagaimana tidak, matahari terlihat bercincin. Karenanya, sejumlah warga menduga, tampilan itu menandakan akan terjadinya gerhana.

Apalagi peristiwa matahari bercincin ini terjadi tepat memasuki Bulan September. "Ini gerhana atau apa. Kelihatan aneh sekali," ujar warga Kelurahan Tikala Baru Robert Lalenoh.

Sementara itu, Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulut Nur Hadi mengungkapkan, matahari bercincin bukan merupakan tanda akan terjadinya gerhana.

"Saat ini banyak awan menengah dan tinggi di langit. Sehingga memantulkan sinar matahari dan membentuk cincin. Dengan kata lain, terjadi pembiasan. Sehingga matahari tampak bercincin," ungkapnya. SINDONEWS-Sahril Kadir

Tuesday, 02 September 2014 01:59
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MANADO - Anjing berkaki enam yang memiliki empat ekor dan berbadan tiga menggerakan warga Sulawesi Utara (Sulut).
meski anjing berjenis kelamin betina ini lahir normal, namun kondisi fisik anjing tersebut tidak sama dengan anjing pada pada umumnya.

Anjing ini lahir memiliki satu kepala, dan tiga pinggul dan perut, serta  ekor empat. Tubuh bagian depan, normal seperti anjing pada umumnya, kepala dan dua kaki bagian depan.

Yang aneh adalah, badan bagian belakang. Yakni, yang seharusnya ada dua kaki, di bagian pinggul belakang, justru kedua kaki belakang itu tidak ada. Berubah menjadi sepasang pinggul, memiliki ekor satu dan sepasang kaki.

Sementara pinggul tengah anjing perpaduan bulu coklat muda dan putih ini memiliki ekor satu, dan bercabang dua.

Pemilik anjing, Santi mengatakan, kondisi induk anjing saat mengandung tidak ada tanda-tanda aneh. "Anjing kami ini tidak ada tanda-tanda aneh saat kehamilan hingga melahirkan. Anjing kami sehat dan tidak cacat, sama seperti anjing lainnya," jelasnya.

"Saya juga kaget melihat anak anjing yang lahir dengan bentuk aneh itu. Sayangnya, hanya bertahan beberapa jam, anak anjing ini mati," jelasanya.

Akibat kejadian tersebut, sontak menggemparkan masyarakat sekitar dan segera datang melihat langsung kejadian aneh itu. Bahkan beberapa warga beranggapan, dengan kelahiran anak anjing aneh itu adalah tanda-tanda akan mendatangkan bencana alam hebat di daerah itu.

"Bisa jadi dengan kejadian aneh ini, Gunung Suputan akan meletus," sebut Yule, warga setempat diiyakan beberapa warga lainnya yang berfirasat demikian.

Diketahui, anjing ini lahir di rumah majikannya (Raulaki-Mamahit) di Desa Silian Barat, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut). Anjing ini adalah anak keenam yang lahir dari rahim ibunya pada Jumat, (29/8) pukul 15.00 WITA. Sementara kondisi kelima suadaranya, memiliki kondisi fisik sama dengan anjing pada umumnya.

Sebelumnya, kejadian aneh juga pernah terjadi di Sulut tepatnya di Kabupaten Bolsel, pada (16/6/2014). Seorang tabit melahirkan lima butir telur. Sayangnya setelah ditelusuri, tabit tersebut hanya bohong belaka demi mencari sensasi. SINDONEWS-Mardi

Tuesday, 02 September 2014 01:54
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

WATAMPONE - Muhtar (19) seorang pemuda yang badannya penuh tato terpaksa dilarikan ke unit gawat darurat RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone karena mengalami luka sobek pada perutnya yang diduga akibat terkena senjata tajam.

Pemuda asal Desa Parippung, Kecamatan Barebbo tersebut mengaku telah dikeroyok dan ditikam oleh orang yang tidak dikenal.

Saat itu korban tengah rekreasi di lokasi permandian Putri Bilqis Tempe-tempe Desa Polewali, Kecamatan Sibulue, Minggu siang tadi.

Muhtar yang ditemui di RSUD Tenriawaru mengatakan, kalau secara tiba-tiba ada puluhan orang mengeroyoknya hingga dirinya ditikam hingga dua kali di areal permandian tersebut.

"Tiba-tiba saya didatangi  oleh orang tidak saya kenal dan langsung mengeroyok hingga menikam saya kejadian sekita pukul 15.00 Wita di lokasi permandian Tempe-tempe " ungkapnya.

Hanya saja, dirinya tidak tahu menahu persoalan apa tiba-tiba dirinya didatangi dan di keroyok hingga berujung penikaman.

Kanit SPKT Polres Bone, Aiptu JS Kamonto mengatakan, kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian dan pelaku penikaman juga telah diamankan.

"Iya hari ini ada kasus dugaan penganiayaan, saya juga sudah dapat konfirmasi pelaku  penikaman di areal permandian Tempe-tempe beberapa orang telah diamankan dan sebagian lainnya masih dalam pengejaran," pungkasnya. SINDONEWS-Waris Hasrat

Tuesday, 02 September 2014 01:53
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKALE - Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Tana Toraja menyatakan puluhan pengusaha galian C yang beroperasi di wilayahnya, tak memiliki izin usaha pertambangan (IUP). Hanya satu pengusaha tambang galian C yang memiliki IUP.

Kepala Distamben Kabupaten Tana Toraja, Yohanis Kundang menyatakan, berdasarkan data Distamben Tana Toraja, usaha tambang galian C yang beroperasi di wilayah Tana Toraja terdiri dari tambang pasir dan tambang batuan.

Lokasi tambang pasir tersebar di 41 titik berbeda yang pada umumnya berada di bantaran sungai sementara lokasi tambang batuan tersebar di 17 titik berbeda yang pada umumnya berada di daerah perbukitan.

Dari 58 usaha tambang pasir dan tambang batuan yang ada di Tana Toraja, baru satu usaha tambang pasir yang berlokasi di daerah Bera Kecamatan Makale Selatan yang baru mengantongi izin usaha pertambangan yang .

Sementara 57 usaha tambang galian C lainnya, pengelolahnya belum punya izin usaha alias ilegal.

“Sebagian besar pengusaha tambang galian C yang selama ini beroperasi tidak punya izin usaha pertambangan,” ujar Yohanis di Makale, Minggu (31/8/2014).

Dia mengatakan, setelah DPRD Tana Toraja menetapkan Perda No6 /2013 dan disosialisasikan kepada publik, pengusaha tambang yang selama ini tidak memiliki IUP mulai ramai-ramai mengajukan izin ke pemerintah kabupaten.

Dalam satu bulan terakhir setiap minggu ada satu hingga lima pengusaha tambang galian C yang mengurus IUP di kantor Distamben Tana Toraja. Hingga saat ini sudah ada 20 pengajuan IUP tambang galian C yang sementara diproses di Distamben Tana Toraja.

Meski pengusaha tambang sudah mengurus izin pertambangan, namun tidak serta merta Pemkab Tana Toraja melalui Distamben menerbitkan IUP.

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum IUP diterbitkan. Setelah pengusaha mengajukan IUP ditindaklanjuti dengan survei ke lokasi tambang galian C seperti penentuan lokasi tambang, batas lokasi tambang serta titik koordinat tambang.

Setelah dilakukan survei lokasi, pengusaha tambang harus mengurus surat pernyataan pengelolaan lingkungan (SPPL) yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) barulah izin usaha pertambangan galian C diterbitkan oleh pemkab Tana Toraja.

“Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk penerbitan izin usaha pertambangan. Termasuk SPPL yang dikeluarkan BLHD karena usaha tambang berkaitan dengan dampak lingkungan sekitarnya,” ujar mantan Staf Ahli Bidang Hukum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Toraja itu.

Kepala BLHD Kabupaten Tana Toraja, Richard Potte mengatakan, sudah ada beberapa permohonan SPPL usaha tambang galian C yang sementara diproses oleh BLHD.

Hal itu guna menjamin lingkungan di sekitar lokasi tambang tidak rusak oleh aktivitas tambang galian C.

SPPL itu salah satu syarat yang wajib untuk pengurusan penerbitan izin usaha pertambangan galian C.

“Saya tidak tahu persis jumlah SPPL usaha tambang galian C yang sementara berproses di BLHD. Yang jelas sudah pengusaha tambang yang mengurus SPPL di BLHD,” ujarnya. SINDONEWS-Joni Lembang

Tuesday, 02 September 2014 01:52
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Diduga gas meledak, rumah milik Yani, serta 399 rumah lainnya ikut terbakar. Informasi yang berkembang saat memasak Yani  tidak memperhatikan kompor gasnya lantaran diduga berada di luar rumah.

Api yang membakar seisi rumahnya membuat rumah tetangganya juga ludesterbakar. Diperkirakan mencapai 400 rumah. Peristiwa itu terjadi  sekitar pukul 11.00, wita, Jumat, (29/8).

Api yang mengamuk di pemukiman warga RW 02 Jalan Sunu, Kelurahan Lembo Kecamatan Tallo itu menghaguskan deretan rumah dalam sekejap, lantaran saat ini musim panas, apalagi angin bertiup kencang.

Belum diketahui adanya korban jiwa lantaran warga panik menyelamatkan barang berharganya masing masing.

Menurut Ketua RT01 RW2, Muhammad Asbar, api membakar dengan cepat dan berasal dari RT 01 dari arah Timur ke arah Barat. Pemilik rumah panik dan mengungsi di sekolah sekolah dan perkuburan. Bantuan dari pemerintah hanya dapur makan dan belum ada tenda darurat yang diberikan.

Menurutnya, dari data sementara warga yang kehilangan rumah mencapai 200 lebih kepala keluarga (KK). Saat ini pihaknya masih berusaha mencari bantuan dan melakukan koordinasi dengan pemerintah.

Warganya ada yang terluka dan dibawa ke rumah sakit namun belum diketahui identitasnya lantaran masih harus mengurusi warga pada umumnya.

"Ada warga saya terbakar anak kecil, tapi saya belum tahu posisinya," kata Asbar kepada Sindonews.com Jumat (29/8).

Korban Mahyudin menuturkan, saat kebakaran dirinya sedang berada di Mesjid Babul Jannah melakukan pengajian. Dirinya mengetahui kebakaran saat  asap mulai meninggi. Dia mengaku hanya berusaha menyelamatkan anak muridnya yang sedang mengaji.

 Mesjid yang dijadikan sebagai Tempat Pengajian Alqura'an juga ikut terbakar. Atap sengnya dan sejumlah dinding mesjid juga terbakar namun masih kokoh.
Tidak ada barang yang kami selamatkan, karena apinya cepat menjalar," kata Mahyudin.
 
Berdasarkan Pantauan di TKP, sekitar 26 unit mobil dinas pemadam kebakaran yang dikerahkan, bersusah payah untuk memadamkan kobaran api yang secepat kilat menjalar kebeberapa rumah didalam kompleks yang dihuni warga yang memiliki kelas ekonomi menengah kebawah itu.

Sulitnya medan berada dalam lorong, serta kencangnya angin semakin membuat pemadam kesulitan untuk mencapai titik api. Alhasil api seketika melumat habis 400 rumah penduduk.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Imran Samad mengatakan, sejauh ini penyebab kebakaran masih diselidiki  oleh pihak kepolisian, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap pemilik rumah yang mengungsi di SD Baraya III.

"Korban kebakaran sudah diungsikan ke SD Baraya III untuk didata dan mendaptkan tempat yang layak, hingga saat ini belum ada laporan tentang korban jiwa," kata dia.

Sementara itu, Ketua RW, Sumardi membenarkan kejadian yang meludeskan hampir seluruh rumah warganya, menurut dia api berawal dari rumah Daeng Bollo (50) anak dari Ani. Pada saat itu tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang sangat besar lalu diikuti oleh kobaran api yang besar.

"Pemadam juga terlambat datang, sudah banyak yang terbakar baru tiba dilokasi, kami bersama pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap korban. Karena ada yang bilang terdapat korban jiwa yang terbakar serta tertimbun puing-puing sisa kebakaran," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi diduga munculnya api masih dibersihkan oleh warga dan pemilik rumah dan belum dipasangi police line.

Kapolsekta Tallo Kompol Woro Susilo mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan olah TKP. Tim identifikasi Polrestabes telah mengumpulkan seluruh bukti untuk melakukan pemeriksaan di Labfor Polri Cabang Makassar.

"Sejauh ini kami belum menemukan adanya korban jiwa, semoga saja tidak ada. Total rumah yang ludes sekitar 400. Dugaan sementara akibat ledakan tabung gas," ujarnya. SINDONEWS-Andi Ilham

Saturday, 30 August 2014 00:54
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Aksi main tembak anggota kepolisian terjadi di Jalan Pelita, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan. Korbannya kali ini adalah dua orang pemuda, warga Lorong Mukmin 2, Jalan Sungai Saddang Baru, Kecamatan Rappocini.

Pemuda pertama, yakni Subhan, tewas dengan luka di leher dan dagu. Sedang pemuda kedua, yaitu Harmoko, masih mengalami kritis akibat peluru yang bersarang di punggungnya. Saat ini, proyektil yang bersarang itu sudah diangkat.

Korban Subhan, merupakan anak kedua dari 10 bersaudara, pasangan Alfian Yusuf dan Yayu. Dia terdaftar sebagai siswa Pelayaran di Barombong, Gowa. Pihak orangtua dan warga setempat kecewa dengan sikap polisi yang brutal.

"Mereka telah membunuh anak kami. Kami minta penembak anak kami diproses dan dihukum seadil-adilnya," ujar Alfian Yusuf, ayah kandung Subhan, saat ditemui wartawan, di rumah duka, Kamis (28/8/2014).

Sementara di rumah korban Muhammad Harmoko, situasi tampak sepi. Saat ditemuai di rumahnya yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah almarhum Subhan, kondisinya masih kritis. Dia terbaring lemas dikamarnya, lantai 2.

Sulaeman, ayah kandung Harmoko mengaku kecewa dengan aparat kepolisian yang melakukan penembakan tanpa memberikan peringatan. Hal senada diungkapkan ibunda Harmoko, Nursilah. Menurutnya, polisi sangat brutal dan sadis.

"Sudah kelewatan, seharusnya polisi lebih dulu menembak peringatan. Apalagi saya lihat lukanya dilakukan jarak dekat dan disengaja," kata Sulaeman yang baru saja pulang dari Kabupaten Barru.

Dijelaskan, Harmoko adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Dia bekerja sebagai Satpam BNI. Sehingga, jika aparat kepolisian salah jika menilainya sebagai anggota geng motor. Untuk itu, keluarga korban akan melakukan upaya hukum.

"Kami sangat menyayangkan tindakan aparat kepolisian. Mereka sangat tidak bertanggung jawab. Setelah membawa korban ke rumah sakit, mereka bukan merawatnya, tetapi langsung dipulangkan. Padahal, kondisinya masih kritis," pungkasnya. SINDONEWS-Andi Ilham

Saturday, 30 August 2014 00:53
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

WATAMPONE - Warga Jalan Pepaya Lorong 3, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang, digegerkan dengan tewasnya Laode Hasili (55), warga asal kendari yang telah lama mengontrak di pemukiman tersebut.

Belum diketahui penyebab kematian lelaki yang sehari-hari mencari nafkah dengan menjadi pengumpul plastik dan barang bekas tersebut. Jenazah pertama ditemukan oleh tetangganya.

"Dia sudah tahunan ngontrak di sebelah, Terakhir saya lihat tadi malam, saat itu dia pulang dari salat," ujar Masaeni (25), tetangga korban, saat ditemui wartawan, Jumat (29/8/2014).

Saat ditemukan, jenazah dalam kondisi tengkurap. Penemuan jenazah ini langsung menarik perhatian warga, karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda korban menderita penyakit parah.

Selain itu, kondisi jenazah korban juga terlihat melepuh di beberapa bagian tubuhnya. Kulit korban terkelupas di bagian dada, sehingga diduga meninggal dengan keadaan tidak wajar.

"Saya lihat jenazahnya ada yang melepuh, mungkin terkena luka bakar, bisa jadi itu karena terkena strum listrik atau tersiram air panas, dan kemungkinan luka itu yang menyebabkan kematiannya," ujar warga lainnya.

Warga kemudian memanggil polisi dari Polres Bone. Aparat kemudian menuju lokasi dan melakukan olah TKP, serta mengidentifikasi jenazah. Hanya saja, salah seorang kerabat korban menolak jenazah diautopsi dan langsung memakamkannya. SINDONEWS-Waris Hasrat

Saturday, 30 August 2014 00:52
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

WATAMPONE - Rudi (41) warga Dusun Pokkori, Desa Cege, Kecamatan Mare, Bone, ditemukan tewas tenggelam di Perairan Teluk Bone. Sebelumnya pria ini hilang saat mencari kepiting.

Dari informasi yang dihimpun, Rudi yang sehari-hari mencari nafkah dengan menangkap kepiting tersebut diketahui pada hari Rabu 27 Agustus sekira pukul 12.00 Wita, memasang bubu rakkang (jaring penangkap kepiting) dipinggir laut yang tak jauh dari kediamannya.

Hanya saja hingga malam hari korban tidak kunjung pulang ke rumah, padahal pada hari-hari biasanya, korban kembali sebelum magrib tiba.

Isteri korban menjadi khawatir suaminya tak kunjung pulang, hingga melaporkan kepada warga setempat dan melakukan pencarian.

Akhirnya korban ditemukan tewas di laut dalam keadaan telah tewas tak jauh dari tempat biasanya dia memasang bubu rakkang.

"Pada saat kejadian korban menggunakan sepatu bot panjang dan tidak bisa berenang, serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujar Sahar warga setempat, Kamis (28/8/2014). SINDONEWS-Waris Hasrat

Saturday, 30 August 2014 00:51
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

2013 © Makassar Terkini. All rights reserved.

Top Desktop version