Makassar Terkini

Switch to desktop Register Login

BERITA TERKINI

BERITA TERKINI (1870)

MAKASSAR - Kebakaran kembali melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kamis (23/10/2014) siang, amukan si jago merah meludeskan sebanyak 64 rumah di Kelurahan Rappocini dan Kelurahan Maricaya Baru.

Kebakaran bermula dari rumah salah satu warga. Api dengan cepat membesar karena material rumah yang terbakar terbuat dari kayu. Angin kencang juga menyulitkan pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. Selain itu, jalan yang sempit untuk dilalui membuat pemadam kebakaran terhambat menuju ke titik api.

Lurah Rappocini Auliyah Arsyad belum mengetahui penyebab kebakaran dan apakah ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. SINDONEWS-Arham Hamid

Friday, 24 October 2014 00:37
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

SINJAI - Biaya menikah di Kabupaten Sinjai naik dua kali lipat. Harapan pemerintah untuk menghilangkan praktik gratifikasi atau pungutan liar dalam urusan nikah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2014 pun gagal. 

Untuk menikah di Kabupaten Sinjai, mestinya calon pengantin membayar Rp600 ribu kepada Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, tarif menikah naik dua kali lipat, dan calon pengantin harus membayar Rp1,2 juta baru bisa dinikahkan.

"Saya terpaksa membayar biaya nikah Rp1,2 juta. Pihak KUA Sinjai Timur tidak memproses administrasi pernikahannya, jika tidak membayar sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pegawai KUA," keluh Asrianto, warga Saukang, Kamis (23/10/2014). 

Hal senada diungkapkan Uttang, warga Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjau Utara. Dia mengaku, dikenakan biaya nikah oleh KUA sebesar Rp1 juta. Biaya itu, kata pihak KUA, digunakan untuk setoran ke Bank BRI, dan saksi pengantin. 

"Informasi dari pegawai KUA, uang tersebut selain disetor ke Bank BRI sebesar Rp600 ribu, juga untuk honor saksi pengantin yang menyaksikan prosesi akad nikah," terangnya. 

Menanggapi mahalnya biaya nikah, Direktur Yayasan Peduli Bangsa (YPB) Sinjai Awaluddin Adil mengatakan, biaya nikah di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Selatan, dan Tellulimpoe, memang sangat tinggi. 

“Didalam PP susah jelas, jika nikah atau rujuk dilaksanakan di kantor KUA (pada jam kerja), maka tidak ada biaya atau nol rupiah. Tetapi jika dilaksanakan di luar kantor KUA atau di luar jam kerja, maka biayanya Rp600 ribu, tidak ada biaya tambahan,” bebernya. 

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Kepala Kemenag Sinjai segera turun tangan menindak oknum aparatnya yang sudah meresahkan masyarakat.

"Kami mendesak Kemenag serius menangani persoalan ini. Jika tidak, kami akan melaporkan keluhan masyarakat tersebut ke pihak berwajib sebagai perbuatan gratifikasi dan pemerasan," ancam Awaluddin.

Terpisah, Kepala Kemenag Sinjai Mudarak Dahlan mengaku, pihaknya telah menegur beberapa penyuluh PPN dan pegawai KUA yang terindikasi menerima biaya nikah diluar aturan yang ada.

"Pekan depan kami akan mengagendakan rapat bersama sejumlah pihak membahas keluhan dari masyarakat tersebut, agar masalah ini tidak berlarut-larut," pungkasnya. SINDONEWS-Suryadi Yamin

 
Friday, 24 October 2014 00:33
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

POLEWALI - Polsek Tinambung memeriksa salah satu siswi yang diduga sebagai pemeran dalam video perkelahian siswi yang meresahkan warga Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Saat menjalani pemeriksaan, salah satu yang diduga sebagai pelaku, Si (17), warga Kecamatan Balanipa, mengakui dirinya yang ada dalam video perkelahian siswi tersebut. "Iya, saya yang ada dalam video itu. Tapi, saya tidak tahu kalau ada yang merekam saya saat berkelahi," ujar Si, Kamis (23/10/2014).

Pemeriksaan yang dilakukan aparat Polsek Tinambung ini berlangsung di rumah Si. Saat diperiksa, Si yang merupakan siswi salah satu madrasah aliyah di Kecamatan Tinambung, mengungkapkan bahwa yang menjadi lawannya dalam video itu adalah N (18), warga Kecamatan Tinambung. N adalah teman sekolahnya. 

Kepada polisi, Si mengatakan bahwa perkelahian yang videonya tiba-tiba beredar luas di masyarakat tersebut sudah lama terjadi. Perkelahian antara dirinya dengan N dipicu persoalan asmara.

Berbeda dengan Si, yang diketahui sudah putus sekolah karena harus menikah muda, N yang diduga merupakan lawan Si dalam video itu, saat ini masih menyelesaikan pendidikan hingga kelas tiga.

Kapolsek Tinambung AKP Takdir Daud membenarkan pihaknya tengah melakukan proses penyelidikan terhadap kasus video perkelahian siswi yang beredar luas di masyarakat itu. Bahkan, salah satunya sudah dimintai keterangan.

"Ini kita lakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan sebagai respons terhadap keresahan warga sejak video itu beredar," ujarnya.

Namun, dalam proses penyelesaian, pihaknya hanya menempuh langkah persuasif dan memberikan pembinaan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, khususnya bagi kalangan pelajar. "Langkah persuasif kita tempuh. Apalagi, kejadiannya sudah lama," pungkas Takdir. SINDONEWS-Andi Indra

Friday, 24 October 2014 00:31
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

SENGKANG - Seorang ibu rumah tangga (IRT) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Desa Menge, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Aliyah (43), ditemukan tewas gantung diri pada Kamis (23/10/2014) sekitar sekitar pukul 13.00 WITA.

"Mayat korban ditemukan dalam posisi gantung diri di atas rumahnya," kata Kasat Reskrim Polres Wajo AKP Fiat.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya melakukan olah TKP dan penyidikan lebih lanjut."Dugaan sementara korban mengalami gangguan jiwa," katanya. SINDONEWS-Jumardi Nurdin

 
Friday, 24 October 2014 00:30
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

POLEWALI - Kebakaran hebat terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Sedikitnya, 10 rumah warga di Dusun Jombang, Desa Sugiwaras, Kecamatan Wonomulyo, Polman, ludes dilalap api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Saat kebakaran berlangsung, Rabu (22/10/2014), terdapat enam rumah terpaksa dirobohkan untuk mencegah kobaran api merembet lebih luas lagi. Sehingga, total rumah yang rusak mencapai 16 rumah.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang terjadi siang tadi. Informasi yang dihimpung KORAN SINDO, selain dipicu korsleting, beberapa warga juga menduga api muncul akibat ledakan kompor pada salah satu rumah warga.

Api baru berhasil dikuasai sekitar kurang lebih satu jam setelah peristiwa itu terjadi, setelah empat unit mobil pemadam kekabaran dari Polewali dikerahkan ke lokasi kebakaran.

Salah seorang korban, Marliah, pasrah. "Kalau sudah begini, mau apa lagi. Saya berharap rumah ini bisa kembali diperbaiki dengan bantuan pemerintah."

Kapolsek Wonomulyo Kompol Andi Tonra Lipu mengaku belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab peristiwa kebakaran itu terjadi.

SINDONEWS-Andi Indra

Thursday, 23 October 2014 00:13
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Sekelompok anggota geng motor diduga menyerang dan merusak minimarket di Jalan Gunung Merapi No 142 Kecamatan Ujung Pandang sekira pukul 22.00 Wita, Selasa, (21/10/2014).

Dalam perusakan itu, dinding kaca Indomaret dan pintunya mengalami pecah kaca dengan lemparan batu oleh belasan geng motor berkisar delapan motor yang menggunakan skrap.

Menurut karyawan minimarket Robbin, ada tiga pelaku dengan menggunakan skrap menggunakan helm memegang busur yang sempat masuk di dalam toko.

Diduga, mereka melakukan perselisihan dengan petugas parkir yang sementara dikejar. Saat itu, hanya dua orang yang bertugas spontan melarikan diri lari ke dalam karena takut menjadi sasaran.

"Saya bertugas di kasir pak, ada pelaku juga yang berjaga jaga diluar dan sebagian masuk ke dalam," kata Robin.

Menurut Robin, peristiwa yang terjadi di minimarket tempatnya bekerja sudah keempat kalinya terjadi dan dua kali perusakan selama tahun 2014. 

Kali ini, hanya mengalami kerugian materil dari pecahan kaca yang rusak dan tidak mengambil barang atau uang seperti penyerangan dan perampokan di minimarket lainnya.

"Sepertinya ini musuh petugas parkir pak. Di minimarket ini kami sediakan pelayanan parkir gratis tapi ada yang memungut uang parkir," kata Robin.

Kapolsekta Ujung Pandang, Kompol Trihanto Nugroho, mengatakan peristiwa itu sedang didalami oleh anggota yang melakukan penyelidikan. 

Adapun diduga geng motor belum bisa disebut karena harus memeriksa sejumlah saksi dan korban. "Kasus ini masih penyelidikan mas," ujar Trihanto Nugroho. SINDONEWS-Andi Ilham

Wednesday, 22 October 2014 01:24
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

SUNGGUMINASA - Sejumlah potongan kaki dan tubuh manusia ditemukan di lokasi penampungan barang bekas di Gowa, Sulawesi Selatan. Potongan tubuh yang diduga bayi tersebut ditemukan di dalam botol formalin yang kumpulkan oleh salah seorang pemulung. 

Penemuan potongan tubuh manusia pada Selasa (21/10/2014) sore itu mengejutkan warga di Jalan Macanda, Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Anis, pemulung yang menemukan potongan tubuh manusia itu curiga dengan isi botol plastik yang dikumpulkan dari sejumlah tempat pembuangan sampah. Setelah botol tersebut dibelah, warga kemudian melihat tulang dan potongan kaki di dalam botol formalin.

Petugas kepolisian yang tiba di TKP langsung melakukan identifikasi terhadap potongan kaki manusia itu. Kanit SPKT Polres Gowa Ipda Hasan Fadlhyh menduga potongan tubuh tersebut adalah kaki dan organ manusia.

Guna kepentingan penyelidikan, polisi langsung mengamankan potongan tubuh tersebut dan membawanya ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan identifikasi.  Petugas juga langsung meminta keterangan sejumlah saksi termasuk pemulung guna membantu menangkap pelaku mutilasi. SINDONEWS-Bugma

Wednesday, 22 October 2014 01:24
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

PINRANG - Seorang kakek berusia 70 tahun mengaku mendapatkan bisikan gaib, dan mencabuli lima orang remaja di desanya. Aksi pencabulan itu, dilakukan atas keyakinan sang kakek yang mengaku mendapatkan wahyu. 

Dalam bisikan itu, sang kakek mengaku harus melakukan aksi pencabulan yang semua korbannya masih keluarganya sendiri. Pelaku lalu membisi korbannya keselamatan, dan masuk ikatan suci aliran Wahyu 50 bila mau berhubungan intim dengannya. 

Kepada polisi, kakek yang diketahui bernama Thamrin itu mengaku telah mencabuli sedikitnya lima orang anggota keluarganya. Hal itu dilakukan berdasarkan wahyu atau bisikan yang diterima oleh pelaku.

Sementara itu, dikalangan para tetangga, pelaku diketahui tidak pernah melakukan ibadah salat. Bahkan, cara beribadahnya pun berbeda dengan salat pada umumnya, yakni dengan cara telanjang. Pelaku juga diketahui tertutup dari tetangganya.

Namun polisi tidak mau tahu. Apapun alasan sang kakek, dia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Akhirnya, Thamrin dijebloskan ke dalam penjara, dan dijerat Pasal 81 dan 2 UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. SINDONEWS-Abdillah MS

 
Wednesday, 22 October 2014 01:20
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

SUNGGUMINASA - Tertangkap tangan mencuri helm di depan sebuah rumah toko, seorang bocah di Gowa, Sulawesi Selatan, langsung menjadi bulan-bulanan warga. 

AD, bocah berumur 6 tahun ini langsung diborgol dan menjadi bulan-bulanan warga di Jalan Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (21/10/2014) sore.

Bocah tersebut mengaku nekat mencuri helm karena dipaksa seorang pemuda yang berhasil melarikan diri dari kejaran massa.

Menurut salah seorang saksi mata, Muh Rusli, pelaku diamankan karena kedapatan mencuri sebuah helm yang disimpan di depan toko.

Sementara, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gowa Aipda Wahyudin yang mengamankan AD mengatakan, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku lain yang berhasil melarikan diri. 

Guna kepentingan penyelidikan, polisi kini mengamankan helm milik korban yang sebelumnya dicuri oleh pelaku. Sementara, AD kini diamankan dan rencananya dibina lantaran masih di bawah umur.SINDONEWS-Bugma

Wednesday, 22 October 2014 01:15
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

TANA TORAJA - Ratusan hektare (ha) sawah di Kabupaten Tana Toraja mengalami kerusakan, akibat kekeringan yang melanda wilayah itu sejak beberapa bulan terakhir. Kekeringan juga mengakibatkan tanah menjadi retak-retak. 

“Musim kemarau tahun ini menyebabkan ratusan sawah rusak akibat kekeringan, karena saluran air irigasi tidak berfungsi karena tidak ada air,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura kabupaten Tana Toraja Richar Potte, di Makale, Selasa (21/10/2014). 

Dia menyatakan, berdasarkan data petugas Pengamat Organisme Pengganti Tumbuhan (POPT) Provinsi Sulawesi Selatan, luas areal persawahan yang sudah ditanami di seluruh wilayah Kabupaten Tana Toraja 485 ha. Dari jumlah luas tanam tersebut, 213 ha diantaranya dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat akibat kekeringan.

"Areal tanam yang mengalami rusak ringan seluas 117 ha. Sementara yang mengalami rusak sedang seluas 74 ha. Sawah yang mengalami rusak ringan dan rusak berat tersebar hampir di semua kecamatan, di kabupaten Tana Toraja," terangnya.

Sedangkan sawah yang mengalami rusak berat seluas 21 ha, tersebar di Kecamatan Rembon seluas 5 ha, Kecamatan Rantetayo 4 ha, Kecamatan Mengkendek 2 ha, Kecamatan Makale Selatan 2 ha, Kecamatan Makale Utara 4 ha, dan Kecamatan Makale 4 ha. Bahkan, ada sawah yang sudah mengalami puso, yakni di Kecamatan Rembon seluas 1 ha.

“Sebagian besar petani baru saja melakukan musim tanam. Tapi adanya kekeringan menyebabkan seluruh tanaman yang rata-rata berumur 15-80 hari mati,” katanya. 

Lebih lanjut, Dinas Pertanian dan Holtikultura memprediksi, jika hujan tidak juga turun hingga akhir Oktober 2014 mendatang, areal persawahan yang mengalami kerusakan bertambah luas. 

"Sawah yang saat ini kondisinya rusak berat berpotensi puso. Begitu juga sawah yang rusak sedang berpotensi rusak berat, dan sawah yang rusak ringan berpotensi rusak sedang," tukasnya. SINDONEWS-Joni Lembang

Wednesday, 22 October 2014 01:11
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

2013 © Makassar Terkini. All rights reserved.

Top Desktop version