Makassar Terkini

Switch to desktop Register Login

BERITA TERKINI

BERITA TERKINI (2274)

TAKALAR - Daeng Bollo seorang nenek yang kini berusia 70 tahun ini terpaksa tidur di kandang kambing dan ayam milik warga di Dusun Bonto Manai, Desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

 

Nenek renta ini tidur di kandang kambing sejak terbuang dari keluarganya 30 tahun yang lalu. Sang nenek kini harus tidur bersama dua ekor kambing dan tiga ekor ayam yang dipeliharanya.

 

Meski kehidupan sehari-hari Daeng Bollo memprihatinkan pemerintah setempat seakan tak mau memberikan bantuan.

 

Untuk hidup sehari-hari saja nenek 70 tahun ini hanya diberikan beras oleh warga yang perihatin dengan kehidupannya.

 

Ironisnya sang nenek juga harus membeli beras raskin yang biasa dibagikan untuk warga miskin seharga Rp25.000 setiap 10 liternya.

 

Sedangkan untuk mendapatkan biaya hidup selama 30 tahun sang nenek hanya mengharapkan belas kasihan dari tetangganya.

 

Menurut sang nenek, selama 30 tahun tak pernah diberikan bantuan dana oleh pemerintah untuk membangun tempat tinggal yang layak.

 

Sang nenek mengaku terakhir mendapat bantuan beras raskin 10 tahun lalu. “Itu pun juga harus saya beli dari kepala desa. Tapi sekarang sudah tidak dapat bantuan lagi, “ tuturnya.

 

Daeng Bollo berharap agar pemerintah setempat segera memberikan bantuan serta tempat tidur yang layak.

 

Sementara Awaluddin Rewa tetangga Daeng Bollo yang perihatin mengaku hanya dapat memberikan bantuan seadanya.  

 

Menurut dia, Daeng Bollo tidur di kandang kambing dan ayam tersebut sejak 30 tahun yang lalu.  SINDONEWS-Bugma 

Friday, 27 February 2015 00:15
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Razia Pekerja Seks Komersial (PSK) dan pasangan mesum di sejumlah hotel dan penginapan di Jalan Topaz Raya Makassar, Sulawesi Selatan, tadi malam, ricuh. 

 

Kericuhan terjadi saat salah satu pemuda tak terima pasangan wanita yang menemaninya di dalam kamar hendak diamankan.

 

Kemarahan pemuda tersebut makin memuncak saat kamera wartawan menyorot dirinya. Baku hantam antara Satpol PP dengan pemuda itu pun tak terhindarkan. Namun, pasangan muda-mudi tersebut akhirnya bisa diamankan.

 

Dalam razia ini, sedikitnya dua pasangan mesum dan delapan PSK diamankan. Turut diamankan pula dua waria.

 

Menurut Camat Panakkukang Imran, mereka yang terjaring razia dibawa ke Kantor Kecamatan Panakkukang untuk didata. Sementara, para PSK akan diserahkan ke panti sosial. SINDONEWS-Muhammad Nur

Friday, 27 February 2015 00:15
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

PAREPARE - Kantor Imigrasi Kelas II Kota Parepare akan mendeportasi tujuh Warga Negara Malaysia yang sejak tahun 2011 menetap di Kelurahan Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

 

Rencana deportasi tersebut tersebut sesuai putusan kepala imigrasi nomor W23.FC.GR.02.01-0376 tahun 2015. Satu dari tujuh warga asing tersebut adalah balita berusia 9 bulan.

 

Kepala Imigrasi Parepare Pallawarukka mengatakan, tujuh Warga Negara Malaysia tersebut masuk ke Indonesia dengan cara ilegal tanpa paspor, di antaranya adalah hasil dari pernikahan campuran.

 

"Kepala keluarganya warga asli Sidrap yang menikah dengan warga Malaysia. Beranak pinak dan satunya adalah menantu dari kepala keluarga itu. Mereka sudah lama bermukim di Sidrap," paparnya.

 

Dia mengatakan, pengurusan deportasi tujuh warga negara asing tersebut akan dipercepat pihaknya, mengingat batas waktu penampungan hanya 30 hari.

 

"Kita juga sementara mengomunikasikan dengan pihak keluarga warga asing tersebut untuk biaya pemulangan mereka. Kalau mentok, terpaksa kita yang mencarikan dana," jelasnya.

 

Tujuh warga asing tersebut masing-masing Sibaya Binti Kunul (37), Ramlah Binti Amir (21), Suriana Binti Amir (19), Erfi Bin Amir (18), Erli Bin Amir (12), Amri Abdullah (6), dan Dullah alias Jubi Lameris.

 

Pallawarukka menjelaskan, tujuh Warga Negara Malaysia tersebut masuk ke Indonesia secara ilegal, tanpa dilengkapi dokumen seperti paspor. Selama bermukim sejak tahun 2011, kata Pallawarukka, ketujuhnya juga tidak memiliki dokumen kewarganegaraan seperti KTP ataupun KK.

 

"Waktu kita amankan, tidak ada dokumen yang didapatkan dari mereka," jelasnya.

 

Sementara, Kasi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Ibnu Malik mengatakan, ditemukannya tujuh warga asing tersebut berkat informasi dari Pemkab Sidrap.

 

"Hasil informasi itu kami kembangkan. Dan, Selasa lalu, empat di antaranya telah kami jemput dan diamankan di ruang penampungan Imigrasi. Sisanya baru akan kita jemput," jelasnya.

 

Terpisah, Sibaya mengaku tidak tahu soal pengurusan dokumen yang harus dilakukannya untuk masuk ke wilayah Indonesia. "Keluarga saya bilang, tidak perlu urus-urus surat, bisa langsung masuk Indonesia," katanya.

 

Tapi, Sibaya mengaku selama menetap di Sidrap, dia dan anak-anak serta menantunya telah mengantongi identitas kependudukan yang dikeluarkan pemkab setempat. "Kami ada KTP dan KK. Semua anak dan menantu kami masuk dalam daftar KK," ujarnya.

 

Sementara, Amir, kepala keluarga warga asing tersebut mengaku, seluruh dokumen kependudukan asli milik keluarganya, termasuk KTP tiga anaknya serta menantunya dan KK miliknya yang diurus sejak tahun 2012, diambil oleh pihak Imigrasi.

 

"Semua dokumen kependudukan kami yang aslinya itu diambil oleh orang Imigrasi. Mereka minta, ya kami kasih. Dan, sampai sekarang masih dipegang oleh Imigrasi," tandasnya. SINDONEWS-Darwiaty Dalle

 
Friday, 27 February 2015 00:13
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

PINRANG - Troli makanan pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan nelayan di perairan Kabupaten Pinrang, tepatnya di Dusun Parengki, Desa Tassiwalie Kecamatan Suppa, Kamis (26/2/2015). 

 

Serpihan berwarna merah itu bertuliskan AirAsia QZ8501-663 F&B SUB-SIN-SRG. Selain itu, ikut ditemukan serpihan berwarna putih yang diduga kabin pesawat serta beberapa serpihan lain, yang diperkirakan masih bagian dari pesawat nahas yang jatuh 28 Desember 2014 itu.

 

Ketua Tim SAR Pinrang Irfan mengatakan, serpihan bertuliskan AirAsia ditemukan nelayan bernama Idari. "Setelah menemukan barang itu langsung menghubungi Tim SAR Pinrang. Serpihan temuan nelayan itu, kita amankan di Posko SAR untuk selanjutnya diserahkan kepada Basarnas," kata dia.

 

Idari mengaku menemukan serpihan tersebut saat melaut. "Waktu saya memancing, serpihan itu terapung di sekitar kami. Karena melihat ada tulisan AirAsia-nya, kami kembali ke daratan dan melaporkan ke pihak desa. Tim SAR yang kemudian kembali ke lokasi itu mengambilnya," katanya.

 

Sebelumnya, Kepala Basarnas Makassar Roki Asikin mengatakan, meski telah menarik tim pencari korban dan serpihan AirAsia QZ8501 dari Kota Parepare, Tim SAR daerah tetap disiagakan untuk bergerak ketika ada informasi dari warga.

 

"Jadi saat ada informasi warga yang menemukan korban atau serpihan, maka Tim SAR yang ada di daerah bisa langsung bergerak ke lokasi," tandasnya. SINDONEWS-Darwiaty Dalle

Friday, 27 February 2015 00:09
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Seorang jambret ditembak polisi, lantaran mencoba kabur saat akan digelandang ke kantor polisi. Usai ditembak, jambret tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. 

 

Sebelum ditembak, pelaku juga sempat menjadi bulan bulanan warga, usai melancarkan aksinya di Jalan Veteran, Makassar. 

 

Berdasarkan informasi yang terhimpun, pelaku yang diketahui bernama Usnul (19) terjatuh usai merampas tas seorang wanita di Jalan Veteran Utara. Sementara korban langsung teriak minta tolong. 

 

Mendengar teriakan korban yang diketahui bernama Dian, warga langsung mengepung pelaku dan menghajarnya hingga babak belur. Sebelum pelaku tewas, polisi yang mendapat laporan dari warga langsung mengamankannya. 

 

Namun dalam perjalanan ke kantor polisi, pelaku berusaha melarikan diri. Polisi pun menembak paha pelaku hingga berlubang, dan membawanya ke rumah sakit. Usai mendapat perawatan, pelaku langsung dijebloskan ke penjara.

 

Kepada polisi, korban mengaku sudah dibuntuti di sepanjang Jalan Veteran Makassar, hingga akhirnya pelaku merampas tas korban dengan melakukan penodongan di jalan raya. Korban yang teriak minta tolong membuat pelaku kaget. 

 

Hingga akhirnya, pelaku jatuh dan ditangkap warga, lalu dipukuli. Beruntung, nyawa pelaku nasih bisa diselamatkan, kendati pahanya harus dibolongi polisi. 

 

Berdasarkan informasi yang terhimpun, aksi jambret di Kota Makassar kian marak. Apa lagi pelakunya merupakan kawanan geng motor yang kerap menebar teror di jalan raya. Polisi pun tak hentinya untuk melakukan razia. SINDONEWS-Muh Sardi

 
Thursday, 26 February 2015 01:39
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAJENE - Seorang warga Saleppa, Kecamatan Bangge, Kabupaten Majene, bernama Mardaniah (49) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menyiram tubuhnya sendiri dengan Bahan Bakar Minyak (BBM), lalu menyundutnya dengan api. 

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, aksi nekat Mardaniah dilakukan karena tidak sanggup menanggung utang yang melilitnya. Hal tersebut dibenarkan oleh Armiah, kakak korban.

 

"Dia nekat melakukan aksi bunuh diri, karena stres terbelit utang. Dalam beberapa hari terakhir, dia sudah dinasihati agar tidak terlalu memikirkan persoalan tersebut," katanya, kepada wartawan, Rabu (25/2/2015). 

 

Ditambahkan dia, sebenarnya pihak keluarga siap membantu meringankan beban Mardaniah. Namun, korban yang mengaku malu dengan persoalan yang dialaminya tidak mendengarkan nasehat keluarga dan memilih mengakhiri hidupnya. 

 

“Ya, kalau sudah begini mau diapalagi, kejadian sudah terlanjur. Mudah-mudahan semua ini ada hikmahnya,” terangnya. 

 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jubaedi mengatakan, peristiwa bunuh diri yang dilakukan korban terjadi, pada Selasa 24 Februari 2015, pukul 13.00 WITA.

 

"Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka bakar serius disekujur tubuhnya. Kondisinya sangat parah, karena melepuh terbakar,” sambung Jubaedi.

 

Dikatakan Jubaedi, korban meninggal setelah sempat menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 11 jam. “Tadi pagi sekitar pukul 01.00 WITA meninggal,” pungkasnya. SINDONEWS-Andi Indra

 
Thursday, 26 February 2015 01:38
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

POLMAN - Alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan beli susu bayinya, seorang janda muda berusia 18 tahun nekat menjadi bandar sabu, di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

 

Janda muda beranak satu yang diketahui bernama Pujiastuti itu dibekuk aparat kepolisian Rabu 25 Februari 2015. Dia dibekuk saat akan mengedarkan sabu kepada pelanggannya.

 

Dari tangannya, polisi berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 3 gram. Berdasarkan catatan kepolisian, janda muda ini diketahui merupakan jaringan pengedar sabu antarprovinsi di Sulawesi Barat. 

 

Ironisnya, tersangka yang baru saja sebulan ditinggal cerai suami ini nekat mengedarkan sabu lantaran kebutuhan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membeli susu anaknya. 

 

Selain menangkap tersangka, polisi juga mendatangi rumah orangtuanya yang diduga seorang bandar narkoba yang berdomisili di Parepare, Sulawesi Selatan. Belasan polisi bersenjata bahkan mengepung rumah orangtua pelaku. 

 

Aksi lengkap aparat kepolisian ini dilakukan, karena orangtua pelaku merupakan mantan resedivis. Namun, pengeledahan yang dilakukan polisi tak membuahkan hasil, lantaran orangtua pelaku sudah melarikan diri.

 

Kepada polisi, janda muda itu mengaku mendapatkan sabu dari orangtua kandungnya yang juga merupakan bandar sabu. Untuk penyelidkikan lebih lanjut, tersangka langsung digiring ke kantor polisi dan diancam lima tahun penjara. SINDONEWS-Huzair Zainal

Thursday, 26 February 2015 01:37
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MANADO - Tiga Anak Baru Gede (ABG) masih dibawah umur, di Sulawesi Utara (Sulut), menjadi korban perdagangan anak. Ketiga korban yang diketahui berinisial VY (16), DP (15), dan KS (15), dijual ke sebuah cafe di Gorontalo. 

 

"Ketiga gadis bertamu pada ke rumah rekan lelakinya di Wonasa. Di rumah itu mereka bertemu pemilik cafe, lalu ditawari bekerja," kata Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Dewa Made Palguna, kepada wartawan, Rabu (26/2/2015). 

 

Ditambahkan dia, mereka dijanji gaji Rp400 ribu per bulan plus uang tip Rp7-10 ribu per gelas jika melayani tamu. Tergiur dengan gaji dan uang tip, ketiganya pun langsung berangkat bekerja ke cafe di Gorontalo itu.

 

"Namun, salah satu gadis sudah kehabisan uang, kemudian menelepon orangtuanya dan mengaku apa yang dialaminya. Barulah kasus ini terungkap," terang Palguna.

 

Saat ini, kasus tersebut masih dalam pengembangan aparat kepolisian dari Polresta Manado. "Nama cafe dan pelakunya kami sudah kantongi. Cepat atau lambat pelaku segera ditangkap," tegas Palguna.

 

Sementara itu, salah seorang ibu korban berharap, anaknya segera ditemukan dan dijemput. "Mohon pihak kepolisian menjemput anak saya dan dua orang rekannya. Pasalnya sudah 15 hari tidak pulang ke rumah," tersang ibu korban. SINDONEWS-Mardi

Thursday, 26 February 2015 01:37
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh bersama Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar menggelar Rapat Koordinasi Upaya Khusus Ketahanan Pangan se-Kabupaten/Kota Provinsi Sulbar/Wilayah Korem 142/Tatag. Rapat digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, kemarin.

 

Rakor tersebut dihadiri Danrem 142/Tatag Kol Inf Yosua Pandit Sembiring, Ketua DPRD Sulbar, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian RI, Kadis Pertanian Provinsi Sulbar, Kepala Badan Karantina Pertanian Sulbar, Sekprov Sulbar, Aster Kasdam VII/Wirabuana, dan Bupati wilayah Provinsi Sulbar.

 

Hadir pula Dandim wilayah Sulbar, para Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Provinsi Sulbar, dan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sulbar.

 

Acara diawali penandatanganan Pakta Integritas antara Pangdam VII/Wirabuana dengan Gubernur Provinsi Sulbar, Danrem 142/Tatag dengan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, selanjutnya para Dandim dengan Bupati.

 

Dalam paparan dan sambutannya, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar menyampaikan beberapa hal. Di antaranya, kata Bachtiar, Sulbar mempunyai potensi dalam pencapaian swasembada padi.

 

Menurutnya, kebijakan Presiden tentang Swasembada Pangan Nasional tercapai dalam tiga tahun. Seluruh Kotama (Komando Utama) harus membantu tugas pemerintah menyukseskan swasembada pangan dalam jangka waktu dua tahun.

 

Dia juga menambahkan, pengelolaan tanah harus terpadu. Sistem tanam harus tepat. Juga, bantu pengawasan bantuan pupuk, benih, dan alat dan mesin pertanian (alsintan). Selain itu, perlu modernisasi alsintan.

 

"Kata kunci sukses dalam pelaksanaan sangat ditentukan oleh koordinasi dan integritas," tegas Pangdam. SINDONEWS

Thursday, 26 February 2015 01:32
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

Menjawab tingginya kebutuhan masyarakat Indonesia akan layanan internet dengan kualitas yang tinggi dan masa aktif yang panjang. PT. XL Axiata, Tbk. Kini hadir menjawab kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan Axis secara khusus bagi warga kota Makassar. Dengan produk andalan Axis Super Kuota 8 GB berlaku selama 60 hari, Axis optimis bisa mendapatkan 50 ribu customer baru dalam 2 bulan kedepan. 

 

VP Axis Brand Development, Kirill Mankovski mengatakan kembalinya Axis ke pasaran merupakan langkah awal menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan internet dengan harga yang terjangkau secara khusus bagi kalangan remaja Indonesia. “Hadirnya Axis Super Kuota 8 GB, membawa angin segar bagi para pelajar yang sehari-harinya menjadi pengguna internet aktif. Dengan langkah awal tersebut, kami percaya Axis akan terus berinovasi menjawab setiap kebutuhan masyarakat ke depannya”, pukasnya.

 

Masih lanjut Kirill mengatakan dengan kuota 8 GB untuk 60 hari, Axis Super Kuota dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp. 40.000,-. Dengan paket ini, pelanggan bisa merasakan puasnya internetan dengan kecepatan akses hingga 3.6 Mbps. 

 

Untuk mengaktifkan, customer Axis bisa mengakses menu *123*2#, atau dengan mendatangi outlet XL terdekat. Berbeda dengan provider lain, paket ini memberikan kuota malam yang lebih lama (7 GB pada 00.00-11.59 dan 1 GB pada 00.00-23.59).  Kelebihan ini menjadi solusi bagi kebutuhan pelajar dan mahasiswa akan internet yang cepat dengan kuota yang besar. 

 

Tidak hanya itu, Axis juga hadir dengan penawaran paket yang lebih beragam. Untuk pelajar yang membutuhkan paket mingguan yang harganya tidak sampai Rp. 10.000 hingga anda yang suka ber-internet dengan kecepatan tinggi, Axis memberikan penawaran terbaik. Ada paket InternetGaul dengan pilihan InternetGaul Mingguan (Rp. 9.900, masa aktif 7 hari) serta InternetGaul Bulanan (Rp. 34.900, masa aktif 30 hari). 

 

Selain paket data, Axis turut memberikan kejutan melalui paket telpon dan SMS yang sangat murah. Cukup dengan menelpon sampai dengan Rp. 1.500, kita dapat menikmati gratis nelpon 200 menit ke semua nomor Axis dan XL. Tidak berhenti di situ, Axis memberikan gratis SMS ke semua operator setelah mengirim 7 SMS dengan tarif Rp. 100/SMS.

 

Pilihan paket Axis di atas sekali lagi hadir untuk menjawab kebutuhan para pelajar dan mahasiswa akan internet dengan kualitas yang memuaskan dari segi harga, kuota dan kecepatan. Ke depannya, Axis akan terus hadir dengan inovasi-inovasi terbaru dan tentunya menjawab kebutuhan masyarakat. (MT_Adv)

 
Wednesday, 25 February 2015 08:29
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

2013 © Makassar Terkini. All rights reserved.

Top Desktop version