Makassar Terkini

Switch to desktop Register Login

BERITA TERKINI

BERITA TERKINI (1994)

MAKASSAR - Unit Resmob Polrestabes Makassar terpaksa melumpuhkan pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil, Muhammad Taufan Hidayat (20). Anggota menembak kaki Taufan hingga dirawat di RS Bhayangkara.

Taufan Hidayat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Kanit Resmob Polrestabes Makassar Iptu Sandy Galih Putra, mengatakan penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan ini berdasarkan informasi dari warga. Polisi lalu menangkap. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatan pidananya dilakukan dengan memecahkan kaca mobil lalu menggasak laptop, HP, dan tas di dalam mobil.

"Saat penunjukan TKP, pelaku berusaha melarikan diri dan anggota terpaksa melumpuhkan kakinya dengan timah panas," kata Sandy kepada Koran SINDO Makassar, Jumat (21/11/2014).

Dari tangan pelaku, berhasil disita 1 buah gadget, dua buah besi yang telah diruncingkan untuk digunakan merusak kunci mobil, dan satu buah pisau lipat. SINDONEWS-Andi Ilham

Saturday, 22 November 2014 04:53
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

WATAMPONE - Diduga gara-gara punya utang sebesar Rp600 ribu, Mulyadi bin Talibe (29), penjual pulsa di Jalan MH Thamrin, Bone, kehilangan nyawa. Tersangka pembunuhnya adalah teman korban, Ikbal bin Muh Aris (26), pemuda asal Jalan HOS Cokroaminoto, yang sehari-hari bekerja di salah satu swalayan di Jalan MH Thamrin.

Berdasarkan informasi, peristiwa penikaman bermula ketika pelaku datang menemui korban di tempat jualannya, Jumat (21/11/2014) dini hari.

Diduga saat itu pelaku dan korban berselisih. Pelaku yang kalap tiba-tiba memukul korban. Diserang, korban langsung lari meninggalkan tempatnya berjualan.

Pelaku yang naik pitam mengejar korban hingga lampu merah di perempatan Jalan MH Thamrin dan Jalan Kawerang. Di tempat itulah pelaku menghunuskan pisau lipat miliknya ke tubuh korban dengan cara berkali-kali hingga korban tidak sadarkan diri.

Sejumlah warga dan pengguna jalan yang melihat kejadian itu langsung meneriaki pelaku. Saat itu juga pelaku langsung kabur melarikan diri. Warga kemudian menghubungi aparat Kepolisian Sektor Tanete Riattang.

Tak berselang lama aparat dari Polsek Tanete Riattang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Akhirnya, polisi berhasil menangkap pelaku dan langsung menggelandangnya ke Mapolsek Tanete Riattang.

Kapolsek Tanete Riattang Kompol Jasardi mengatakan dari pemeriksaan terhadap pelaku diduga motif penganiayaan berat yang dilakukan oleh pelaku hanya gara-gara korban belum membayar utang sebesar Rp600 ribu.

Menurut pengakuan pelaku, dia sudah beberapa kali menagih ke korban, tetapi tidak pernah dibayar, sehingga pelaku marah dan menikam korban. Tapi, itu masih keterangan sepihak dari pelaku.

"Dari pengakuan pelaku, penikaman itu hanya gara-gara utangnya sebesar Rp600 ribu. Tapi kami belum sinkronkan dengan keterangan korban mengenai motif itu, karena justru adik korban yang juga berjualan di tempat korban, pada saat dimintai keterangannya mengaku tidak mengenal pelaku," ujar Jasardi.

Untuk selanjutnya, kata Jasardi, Ikbal ditahan dan diperiksa. "Pelaku langsung ditahan, setelah berkasnya rampung dia akan dipindahkan ke sel tahanan Mapolres Bone," pungkasnya. SINDONEWS-Waris Hasrat

Saturday, 22 November 2014 04:53
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

PASAR WAJO - Unjuk rasa di depan Rumah Jabatan Bupati Buton di Kecamatan Pasar Wajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), berlangsung ricuh. Para pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Bupati Buton dievakuasi dari kerumunan massa.

Saling kejar antara aparat kepolisian dan para pengunjuk rasa terjadi di depan Rumah Jabatan Bupati Buton, Kamis (20/11/2014). Ratusan pengunjuk rasa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat Pasar Wajo bentrok dengan aparat.

Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun terpaksa harus dievakuasi petugas keamanaan dari kerumunan massa. Bupati Buton juga terlihat terkena pukulan akibat kericuhan ini. 

Sejumlah demonstran terluka akibat terkena pukulan petugas, bahkan ada beberapa pengunjuk rasa yang ditarik paksa oleh aparat saat diamankan.

Unjuk rasa ini awalnya berlangsung damai. Namun, keributan tiba-tiba pecah saat pengunjuk rasa membakar keranda mayat yang melambangkan matinya kepemimpinan Bupati Buton.

Aksi tersebut dicegah aparat kepolisian dan Satpol PP. Polisi langsung adu jotos dengan sejumlah pengunjuk rasa. Sejak itulah aparat kepolisian langsung bertindak brutal memukuli para pengunjuk rasa yang mereka tangkap. Para pengunjuk rasa dihujani pukulan dan tendangan oleh polisi. Sejumlah pengunjuk rasa yang diamankan terluka.

Untuk membubarkan pengunjuk rasa, polisi beberapa kali menembakkan gas air mata. Unjuk rasa ini merupakan kelanjutan dari aksi-aksi sebelumnya. Pengunjuk rasa menagih janji Bupati Buton agar semua kendaraan dinas tidak boleh keluar dari Kabupaten Buton jika selesai jam kerja.

Namun, janji itu tidak direaliasaikan. Kepala dinas maupun PNS tetap saja menggunakan kendaraan ini untuk ke Kota Baubau.SINDONEWS-Andhy Eba

Friday, 21 November 2014 01:43
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

SURABAYA - Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai bentrokan yang terjadi antara Yonif 134 Tuah Sakti dengan Satbrimob Polda Kepulauan Riau membahayakan nilai dan sendi-sendi kebangsaan. Karena itu, dia mengimbau petinggi TNI-Polri segera menuntaskan kasus tersebut.

"Saya kira berbahaya sekali kalau ada bentrokan antara TNI dan Polri, tawuran kampung saja berbahaya, apalagi TNI Polri yang Sapta Margais. Itu akan membahayakan sendi-sendi kebangsaan kita," kata Zulkifli kepada wartawan di Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur,  Kamis (20/11/2014).

Zulkifli berujar, TNI dan Polri merupakan instansi negara yang berkewajiban untuk menjaga ketertiban dan keamanan Tanah Air. Sehingga, sangat disayangkan ada pertikaian di antara dua institusi tersebut.

"Kalau TNI-Polri seperti itu, tentu akan menjadi contoh bagi warga-warga lain," ujar mantan Menteri Kehutanan (Menhut) itu.

Menurut Zulkifli, saat ini bangsa Indonesia sedang berjuang mati-matian untuk mengimplementasikan nilai-nilai dari sendi-sendi kebangsaan yakni, persatuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Jadi, aparatur negara juga harus mencontohkan nilai kebangsaan.

"Oleh karena itu, saya berharap segera diselesaikan dan jangan sampai terulang kembali," jelasnya.

Zulkifli meminta agar para Panglima TNI dan Kapolri tidak melindungi anak buahnya yang terbukti salah. Siapapun itu, harus betul-betul ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Aturan hukum harus di atas segalanya. Kami tentu sangat menyesalkan ini dan tidak boleh terulang lagi," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, terjadi baku tembak antara TNI-Polri di Mako Brimob Kepri di Tembesi, Batam pada Rabu (19/11/2014) malam. Ini merupakan bentrok yang kedua kalinya, yang mengakibatkan listrik di sekitar Mako Brimob padam.

Meskipun suasana di sana sudah kondusif dan tidak ada korban jiwa, tapi kejadian ini sempat membuat takut masyarakat di sekitar Mako Brimob. SINDONEWS-Kiswondari

Friday, 21 November 2014 01:42
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Guru Besar Universitas Hasanuddin Musakkir dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 112 dan 117 Undang-undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Professor terkemuka di Sulsel ini terancaman hukuman 4-20 tahun penjara. 

Penetapan pasal tersangka Musakkir juga berlaku bagi teman wanitanya Nilam dan Ainum. Penetapan pasal-pasal ini dilakukan usai dilakukan pendalaman penyelidikan oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar. 

Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Syamsu Arib mengatakan, surat penahanan mereka sudah keluar, terhitung sejak Rabu 19 November 2014, pukul 14.30 Wita. Namun, informasi yang beredar Professor Musakkir mendapatkan rehabilitasi. 

"Yah, Pak Musakkir bisa saja diusulkan rehabilitasi dan disetujui. Tapi itu tergantung dari kuasa hukumnya, dan sampai saat ini belum ada permohonan pengajuannya," ujar Sumber di Sat Narkoba Polrestabes Makassar, kemarin. 

Humas Polrestabes Makassar Kompol Mantasiah menambahkan, setelah ada penetapan pasal, ketiga tersangka secara resmi dilakukan penahanan bersamaan dengan tiga pelaku Ismail yang juga dikenakan Pasal 112 dan 127. 

Sedangkan Andi Samsuddin dijerat Pasal 114 dan 127, sedang Hariyanto dijerat Pasal 132 dan 127 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 2-20 tahun penjara dan denda Rp800 juta hingga Rp2 miliar.

"Penetapan tersangka ini tidak sekaligus, karena masih melakukan pendalaman guna memperkuat alat bukti yang ada. Setelah diberi waktu tambahan 3x24 jam, baru kita bisa kenakan pasal," terang Mantasiah.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan, penetapan status tersangka guru besar Unhas dan kelima rekannya setelah melalui proses tes urine dan gelar perkara. Serta pemeriksaan sejumlah saksi-saksi. 

"Dari hasil tes urine dan gelar perkara, keenam tersangka dinyatakan positif nyabu. Mereka dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu golongan satu yang didalamnya mengandung zat methamphetamine," tegasnya. 

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Prof Musakkir, Acram Mappaona Azis mengatakan, pihaknya tetap melakukan assessment terkait kasus yang menimpa guru besar dan tersangka lainnya. 

Namun, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait penetapan pasal yang dikenakan dan penahanannya. Menurutnya, pasal yang dikenakan terhadap Prof Musakkir, Nilam, dan Ainum, deskriminalisasi. 

"Pasalnya, ketiganya ini hanyalah korban penyalahgunaan narkoba. Kita menghormati proses hukum dari penyidik. Kami juga belum menerima penetapan pasal ketiga klien," pungkas Acram. SINDONEWS-Andi Ilham

Thursday, 20 November 2014 00:44
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Sebanyak 16 motor terbakar dalam aksi bentrokan mahasiswa di sejumlah titik di Kota Makassar, tadi malam. Rinciannya, 14 motor dibakar di Universitas Hasanuddin (Unhas) dan dua motor di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dalam bentrokan di Kampus Unhas, ratusan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan kampus, Jalan Perintis Kemerdekaan. Para demonstran terlibat bentrok dengan warga yang resah lantaran mahasiswa melakukan penutupan jalan. 

Selain motor, dua mobil mengalami pecah kaca. Tak hanya itu, pos keamanan juga dibakar. Bentrokan tersebut mengakibatkan jalur Trans Sulawesi Kota Makassar-Kabupaten Maros macet total.

Aksi unjuk rasa berlangsung hingga Rabu (19/11/2014) dini hari itu mengundang perhatian Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Setiadji. Dia menenangkan kedua kubu.

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan, belum ada laporan adanya korban luka. Namun, terdapat aksi pembakaran motor maupun perusakan fasilitas kampus dan penutupan jalan. 

"Kita masih Siaga 1 pascakenaikan BBM. Apalagi mahasiswa masih melakukan aksi unjuk rasa. Kami imbau agar aksi unjuk rasa tidak menutup jalan dan menjaga ketertiban umum," kata Endi saat dihubungi.SINDONEWS-Andi Ilham

Thursday, 20 November 2014 00:42
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MANADO - Mahasiswa Universitas Negeri Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar aksi pencabutan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan SPBU Sario, Jalan Ahmad Yani.

Dalam aksi tersebut, salah satu atribut yang dialamatkan pada Presiden dan Wakil Presiden RI 'Salam Rp2.000' dan 'Salam Dua Jari Jokowi-JK'.

"Sudah benar keputusan Jokowi-JK, salam dua jari  bermuara pada kenaikan BBM sebesar Rp2.000," teriak seorang mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Unsrat Peduli Rakyat (Gemulir) saat beraksi, Rabu (19/11/2014).

Koordinator Lapangan (Korlap) Eko Yahya mengatakan, pemerintah beralasan bahwa subsidi BBM tidak tepat sasaran. Menurut pemerintah lagi, anggaran subsidi BBM 80 persen justru dinikmati oleh kelas menengah dan orang kaya.

"Kami meragukan akurasi data tersebut. Kalaupun benar, pemerintah tidak seharusnya membuat kebijakan yang mengorbankan pembeli BBM dari kalangan menengah ke bawah. Seharusnya pemerintah memperbaiki mekanisme distribusi BBM agar tepat sasaran," jelasnya.

Atau, jika tidak, pemerintah seharusnya menaikkan harga pajak kendaraan pribadi serta mengurangi biaya belanja aparatur negara. Pajak bisa menjadi tambahan pemasukan negara sekaligus dipakai menutupi kegiatan sektor produksi rakyat seperti pertanian, nelayan, industri rumah tangga, dan lainnya.

"Kalau harga BBM tidak dicabut dan tetap dinaikkan, bukan hal yang tidak mungkin lagi biaya produksi sektor tersebut akan mengikut dan bisa mematikan sektor produksi rakyat," ujarnya.

Pantauan di lapangan, aksi tersebut membuat Jalan Ahmad Yani dan Jalan Bethesda macet total sepanjang 3 km. Puluhan polisi pun terlihat mengamankan aksi tersebut. Para pengunjuk rasa berencana menuju Kantor DPRD Sulawesi Utara. SINDONEWS-Mardi

Thursday, 20 November 2014 00:41
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

POSO - Penemuan mayat di sebuah rumah gegerkan warga Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi tengah. Lokasi rumah tempat ditemukannya mayat itu di belakang rumah jabatan Kapolres Poso. 

Penemuan mayat Felix Balebu (54) itu berawal dari kecurigaan kecurigaan pihak keluarga yang mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah korban, ketika hendak mengantarkan makanan, Rabu (19/11/2014). Apalagi, terdapat banyak kerumunan lalat.

Merasa curiga, pihak keluarga bernama Afon Balebu kemudian mengambil tangga, lalu mengintip ke dalam rumah serta memanggil nama korban. Namun, tidak ada respons dari Felix. Afon lalu melapor kepada pihak Polres Poso.

Petugas yang kemudian tiba di lokasi akhirnya mendobrak pintu samping belakang rumah. Korban pun didapati sudah dalam kondisi meninggal dunia. Petugas Satuan Identifikasi Forensik Polres Poso kemudian dikerahkan untuk identifikasi serta mengevakuasi korban ke kamar jenazah RSUD Poso untuk dilakukan  autopsi.

Wakil Kepala Kepolisian Resort Poso Komisaris Polisi Bogiek Sugiyarto menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. "Dari hasil olah TKP sementara, kuat dugaan korban telah meninggal dunia selama empat hingga lima hari terakhir," katanya.

Sementara itu, pihak keluarga menjelaskan korban dalam beberapa tahun terakhir tinggal sendiri dan mengalami gangguan jiwa setelah diceraikan istrinya. Hingga saat ini, rumah yang menjadi tempat penemuan jenazah masih dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. SINDONEWS-Yoanes Litha

Thursday, 20 November 2014 00:40
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Massa pengunjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Jalan Sultan Alauddin, berhasil dipukul mundur anggota kepolisian dari Pasukan Antihuru-hara (PHH). 

Bentrok yang menyebabkan ketegangan pengguna jalan tersebut, akhirnya berhasil dihentikan oleh anggota pasukan antihuru-hara yang datang di depan kampus UIN Alauddin, sekira pukul 22.10 WITA. 

Warga yang berkerumun di jalanan di depan kampus dibubarkan tanpa menggunakan kekerasan. Melihat warga sudah berhasil dibubarkan, pengunjuk rasa yang tadinya masih melempar, akhirnya turut pula berhenti.

Beberapa menit kemudian, kedua ruas Jalan Sultan Alauddin mulai dilalui oleh kendaaan yang sebelumnya terhenti, di sebelah barat, tepatnya di pertigaan Jl Sultan Alauddin, dan Jl AP Pettarani. SINDONEWS-Kurniawan Eka Mulyana

Wednesday, 19 November 2014 00:43
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Bentrok antara warga di sekitar Jalan Sultan Alauddin Makassar dan pengunjuk rasa yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, berlangsung hingga malam hari.

Bentrok tersebut dipicu oleh kekesalan warga yang merasa terganggu oleh aksi unjuk rasa mahasiswa yang diwarnai dengan membakar ban bekas dan memblokir ruas Jalan Sultan Alauddin, sehingga ruas jalan tersebut lumpuh total.

"Tadi sore itu mulainya kak, sekitar jam 17.00 WITA, dia tutup jalanan," ujar seorang warga yang mengaku bernama Peppi, Selasa (18/11/2014).

Dari pantauan lapangan, sekira pukul 21.30 WITA, ruas Jalan Sultan Alauddin yang menuju ke arah barat atau menuju Jalan AP

Pettarani masih lumpuh total, karena kerumunan warga yang berjaga di depan kampus UIN Alauddin memenuhi ruas jalan.

Sedangkan ruas Jalan Sultan Alauddin yang menuju ke arah timur atau ke arah Kabupaten Gowa, sudah mulai dilewati oleh pengguna jalan, meskipun masih lengang.

Sisa bentrokan dapat terlihat dari pecahan batako dan batu yang berserakan di jalanan. Para pengguna jalan pun harus berhati-hati melintasi ruas Jalan Sultan Alauddin.

Sebelumnya, sekira pukul 19.30 WITA, warga dan aparat kepolisian mencoba membuka blokir jalan dan memukul mundur pengunjuk rasa. Meski berhasil, dan pengunjuk rasa hingga masuk ke dalam kampus UIN Alauddin, namun terus melakukan perlawanan. SINDONEWS-Kurniawan Eka Mulyana

Wednesday, 19 November 2014 00:41
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

2013 © Makassar Terkini. All rights reserved.

Top Desktop version