Makassar Terkini

Switch to desktop Register Login

BERITA TERKINI

BERITA TERKINI (1887)

MAKASSAR - Warga Kota Makassar dan sekitarnya masih harus bersabar hingga 2-3 minggu ke depan untuk merasakan hujan pertama setelah kemarau panjang. Diprediksi hujan baru mulai turun pada pertengahan November mendatang.

Musim kemarau di Sulsel sudah berlangsung sejak Juni lalu. Bahkan sejak Hari Raya Idul Fitri 1435 hijriyah, tak sekalipun Kota Makassar diguyur hujan.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulsel, hujan diperkirakan mulai turun pada minggu kedua atau ketiga November. 

Kepala Bidang Pelayanan Jasa BMKG Sulsel, Sujarwo mengatakan kemarau panjang ini akan segera berakhir. "Mungkin pertengahan bulan depan (November) sudah ada hujan," katanya, Rabu (29/10/2014).

Sujarwo menyebutkan, hujan diprediksi mulai turun di wilayah utara dan barat Sulsel. Bahkan beberapa hari lalu di wilayah utara sudah pernah hujan. 

"Kemarin di Masamba (Kabupaten Luwu Utara) sudah hujan, meski tidak berlangsung lama," ujarnya.

Wilayah utara yang dimaksud meliputi, Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur. Hujan juga diprediksi sudah turun di wilayah Barat pada pertengahan November. Yaitu meliputi Kota Makassar, Maros, Barru sampai Pinrang. SINDONEWS-Jumaidil Halide

Friday, 31 October 2014 01:45
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

WATAMPONE - Kakak-beradik Bambu (70) dan H Guli (64) asal Desa Lalattang, Kecamatan Dua Boccoe saling bacok dengan menggunakan senjata tajam hanya gara-gara rebutan tanah yang ditumbuhi pohon lontar, Kamis (30/10/2014). 

Akibatnya kedua kakak beradik yang telah berumur ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat luka bacok.

Bambu harus masuk di ruang operasi untuk mendapatkan perawatan serius sementara Guli juga menderita beberapa luka di sekujur tubuh akibat bacokan parang dan dirawat di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Tenriawaru, Kabupaten Bone.

Informasi yang diperoleh saling bacok antar kakak beradik ini terjadi di daerah persawahan di Desa Lallatang, Kecamatan Dua Bocco'e sekitar pukul 10.00 pagi.  

Saat itu Bambu bertemu dengan saudaranya Guli di pematang sawah. Bermula adu mulut terjadi sehingga aksi baku parang pun tak terhindarkan.

Salah satu keluarga korban yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, persolan ini sudah cukup lama dan bermula saat masing-masing mengklaim bahwa lokasi tanah yang ditumbuhi pohon lontar itu miliknya.

"Hanya persoalan pohon lontar semua mengaku miliknya, dan sebenarnya masalah tersebut sudah ditangani Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Dua Boccoe. Bahkan polisi menjamin kalau persoalan perebutan pohon lontar itu sudah selesai dan tidak ada masalah lagi, namun nyatanya bisa berbuntut seperti ini," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone AKP Andi Asdar saat ditemui membenarkan kejadian tersebut dan akan segera menindak lanjuti persoalan itu. "Kami akan segera tindak lanjuti," tandasnya.  SINDONEWS-Waris Hasrat

Friday, 31 October 2014 01:44
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Rumah mewah milik Faridah, dokter spesialis anak, dilempar bom molotov oleh pelaku yang mengendarai motor.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Kancil Tengah, Kecamatan Mamajang, Makassar, Kamis (30/10/2014) sekitar pukul 04.00 WITA.

Beruntung, api yang membakar kursi di teras rumah tidak menjalar ke bagian rumah lantaran seorang anggota keluarga dokter Faridah terbangun lalu menyiram api tersebut.

Menurut suami Faridah, Willy Kotek, peristiwa pelemparan molotov itu mengakibatkan kepanikan karena kerasnya ledakan. "Setelah di luar saya melihat kepulan asap di teras pas depan pintu utama, kursi rotan yang di teras sudah terbakar," ujar Willy kepada KORAN SINDO Makassar.

Willy belum mengetahui motif pelaku pelemparan molotov tersebut. Selama ini, keluarganya tidak pernah terlibat perselisihan dengan tetangga. Begitu juga tidak ada masalah di tempat kerja istrinya.

"Itu anak-anak mungkin disuruh oleh oknum tertentu yang belum saya tahu apa masalahnya," kata Willy yang juga pensiunan Dinas Kesehatan di Makassar.

Di tempat terpisah, Kapolsek Mamajang AKP Wahe mengatakan, setelah mendapatkan laporan, pihaknya bersama dengan personelnya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), lalu mengamankan barang bukti berupa serpihan kaca, sumbu, dan rotan yang terbakar.

"Kita masih lidik dulu, karena ada dugaan pelemparan molotov di rumah dokter ini ada keterkaitan dengan pelemparan molotov di sekretariat GAM (Gerakan Aktivis Mahasiswa) kemarin," katanya. SINDONEWS-Andi Ilham

Friday, 31 October 2014 01:44
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Pelaku aborsi yang berstatus mahasiswa salah satu universitas di Makassar, telah dinikahkan. Namun, pihak penyidik tetap melanjutkan proses hukum kedua pelaku aborsi, Wd (21) dan RM (21), hingga Pengadilan Negeri (PN).

Informasi dari Polsek Panakkukang, tempat kedua pelaku aborsi itu diamankan, pasangan tersebut menikah pada 24 Oktober 2014 di sebuah hotel. Seusai menikah, keduanya dibawa kembali ke tahanan Mapolsek Panakkukang.

Kapolsek Panakkukang Kompol Tri Hambodo mengatakan, keduanya telah menikah dan dalam pengawalan polisi. Meski sudah sah berstatus suami istri, proses hukum perbuatan pidananya tetap dilanjutkan.

"Kasusnya lanjut, Mas, sementara dalam penyidikan," kata Tri Hambodo di ruang kerjanya, Rabu (29/10/2014).

Kata Tri Hambodo, pihaknya telah melakukan penggalian mayat di Pemakaman Sudiang. Hasil pemeriksaan sementara, bayi jenis kelamin laki-laki tersebut berumur 6-7 bulan. Penyebab kematian, trauma pada bagian kepala, dada, serta terjadi pembusukan lanjutan yang ditandai dengan adanya belatung.

"Pasal yang dikenakan pelaku perempuan WD yakni Pasal 347 KUHP dengan ancaman tujuh tahun, sedang yang laki- laki, RM, melanggar Pasal 181 KUHP, ancaman tujuh bulan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pada 19 Oktober 2014, kedua pelaku aborsi mengangkut janin bayi yang dibungkus dengan kain kafan dengan tujuan lokasi Pemakaman Sudiang. 

Saat diinterogasi polisi, wanita berparas cantik dan kulit putih ini mengaku tega melakukan aborsi lantaran malu dengan perutnya yang sudah membuncit. Selain menganggu aktivitas perkuliahannya, dia juga mengaku malu dengan orangtuanya yang berada di Jayapura.

"Saya satu kos dengan RM sejak tahun 2011, saya malu, Pak. Saya hanya pakai obat untuk menggugurkan," kata Wd yang mengontrak rumah di Jalan Faisal, Kecamatan Rappocini. SINDONEWS-Andi Ilham

Friday, 31 October 2014 01:42
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Sekretariat Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) di Jalan Toddopuli V Kecamatan Manggala, Makassar, dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun penghuni asrama panik.

Aksi pelemparan bom molotov di Sekretariat GAM ini terjadi Rabu (29/10/2014) sekitar pukul 04.30 WITA. Aksi tersebut merupakan kesekian kalinya terjadi. Diduga, penyerangan ini akibat para pengurus GAM aktif dalam berbagai aksi unjuk rasa di Kota Makassar.

Menurut pengurus GAM, Robert, orang yang melakukan pelemparan bom molotov ke sekretariat GAM ingin melakukan pembalasan. 

Sebelum sekretariat GAM dilempar bom molotov, para mahasiswa sedang melakukan konsolidasi dan membuat peta dan perlengkapan teatrikal aksi.

"Saya sementara bermain Facebook, tiba-tiba seketika datang satu motor matic berboncengan dan berhenti di depan markas. Saya mengintip dan berniat membuka pintu, ternyata orang melakukan pelemparan," kata Robert kepada KORAN SINDO Makassar.

Lanjut Robert, saat itu dia membuka pintu dan melihat pelaku membakar bom molotov. Setelah diteriaki, pelaku melemparkan bom molotov tersebut yang jatuh pas di depan pintu garasi. Pelaku langsung melarikan diri.

"Bom molotov yang digunakan berupa botol bir dan berisikan bensin dan sumbu kertas koran," katanya.

Humas Polrestabes Makassar Kompol Mantasiah yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. 

"Kami dapat laporannya, anggota kami melakukan olah TKP. Sementara korban dari penghuni asrama GAM belum melaporkan secara resmi," katanya. SINDONEWS-Andi Ilham

Friday, 31 October 2014 01:42
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Penantian panjang tenaga honorer Pemprov Sulsel menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terbayar sudah. Sebanyak 338 honorer kategori II (K2) formasi 2014, dan seorang K1 formasi 2013, menerima SK pengangkatan CPNS. 

SK pengangkatan CPNS tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang, didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulsel Mustari Soba, di ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. 

Ke-339 CPNS yang telah dinyatakan lulus seleksi sebagai calon abdi Negara, terdiri dari 48 orang CPNS golongan III, 268 orang CPNS dengan klasifikasi pendidikan diploma III, Pengatur, Golongan II/c sebanyak 24 orang, pendidikan diploma II, Pengatur Muda Tk.I Golongan II/b sebanyak 12 orang, Pendidikan SLTA/Sederajat.

Diploma I Pengatur Muda Golongan II/a sebanyak 232 orang. Sedangkan CPNS golongan I sebanyak 23 orang, dengan rincian pendidikan SMP, juru I/c sebanyak 20 orang dan pendidikan SD, juru muda I/a sebanyak tiga orang.

Wagub Sulsel Agus Arifin Numang dalam arahannnya mengatakan, ke-339 CPNS tersebut baru memasuki tahapan uji coba selama satu tahun dan paling lambat dua tahun.

"Jadi apabila dalam kurun waktu dua tahun itu kalian dapat menjalankan tugas dengan baik dan dinyatakan lulus dalam prajabatan, maka baru saudara dapat diangkat menjadi PNS," ungkapnya, Rabu (29/10/2014). 

Sebaliknya, apabila mereka tidak dapat menjalankan tugas sebagaimana yang dipercayakan, maka para CPNS itu akan diberhentikan sebagai CPNS, dengan tidak mendapatkan hak kepegawaian. 

Pemprov Sulsel berharap, semua tenaga honorer yang telah mengabdi di lingkup Pemprov Sulsel dapat diangkat menjadi PNS. Namun dia mengakui, bahwa Pemprov Sulsel tetap menunggu kebijakan selanjutnya dari pemerintah pusat terhadap tenaga honorer yang belum lulus.

SINDONEWS-Jumaidil Halide

Friday, 31 October 2014 01:40
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MOROWALI - Pemerintah Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar salat minta hujan, menyusul musim kemarau berkepanjangan dalam lima bulan terakhir yang berdampak pada kekeringan areal persawahan warga di lima kecamatan. 

Kegiatan salat minta hujan itu, di antaranya dihadiri Bupati Morowali Anwar Hafid, Pimpinan SKPD, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta tokoh agama dan masyarakat sekitar. 

"Setidaknya ada 80 persen areal persawahan yang tersebar di Kecamatan Bahodopi, Bungku Timur, Bungku Tengah, Bungku Barat, dan Kecamatan Witaponda yang telah kekeringan dan terancam gagal panen," katanya, Rabu (29/10/2014). 

Ditambahkan dia, sisa daerah lainnya masih bisa tertolong dengan menggunakan saluran irigasi teknis yang persediaannya airnya pun semakin menipis. 

"Nyaris tidak ada solusi untuk menolong areal pertanian yang kekeringan, bahkan dengan upaya pompanisasi yang dilakukan petani tidak berarti banyak, karena sumber air yang memang sudah kering," jelasnya. 

Dia memastikan, dampak dari kekeringan yang sudah berlangsung lima bulan terakhir itu, menyebabkan 80 persen areal persawahan di Morowali gagal panen, termasuk kegagalan tanaman padi yang baru tumbuh.SINDONEWS-Yoanes Litha

Friday, 31 October 2014 01:40
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Satu unit motor milik kawanan penjambret hangus dibakar warga di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/10/2014) dini hari.

Peristiwa itu berawal saat warga mendengar teriakan dari salah seorang pengguna jalan yang telepon genggamnya dijambret oleh tiga penjambret di Jalan Cendrawasih, Kecamatan Mariso. Warga yang kesal dengan aksi penjambret mengejar tiga penjambret yang berboncengan tersebut. 

Motor yang dikendarai para penjambret jatuh, lalu dibakar warga. Seorang penjambret, Kiki, juga diamuk warga bahkan nyaris dibakar. Namun, Kiki berhasil diselamatkan setelah polisi datang ke TKP. Dia dibawa ke Polsek Mariso. Sementara, dua penjambret lainnya kabur. 

Menurut saksi mata, Irdan, begitu mendengar teriakan minta tolong dari seorang wanita, pihaknya curiga dengan gerak-gerik ketiga pelaku. Makanya, dia dan warga lainnya langsung mengejar pelaku.

Sementara itu, salah seorang penjambret, Kiki, mengaku  hanya ikut saja saat diajak berkeliling oleh rekannya. Dia bertugas mengawasi korban dari jauh.

Meski masih di bawah umur, Kiki tetap terancam hukuman lima tahun penjara karena diduga terlibat dalam penjambretan yang dilakukannya bersama kedua rekannya yang masih buron. SINDONEWS-Muh Sardi

 
Friday, 31 October 2014 01:39
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

SENGKANG - Ratusan tulang dan gigi manusia dijadikan alat permainan bagi puluhan anak di Kabupaten Wajo. Mereka nampak bermain karangka mulut manusia yang berserakan di bantaran Sungai Walenae Tampangeng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Senin (27/10/2014).

Puluhan anak itu terlihat memegang kerangka tulang manusia dan gigi dengan tangan tanpa rasa takut di wajah mereka. 

Anak-anak usia kelas empat SD dari wilayah Kelurahan tersebut juga terlihat menghitung gigi manusia utuh dengan karangkanya. 

Mereka langsung memperagakannya dengan menghitung gigi dari kerangkanya. Hal ini dilakukan anak anak dalam lingkungan tersebut lantaran banyaknya tulang dan gigi manusia berserakan di pinggir sungai tersebut.

Menurut Rahmiwati siswa SMP setempat, hal seperti ini seharusnya jangan dibiarkan berlarut larut. Polisi seharusnya memecahkan hal tersebut. 

Dari mana asal karangka manusia yang ditemukan di sungai perlu diselidiki, apalagi, kata dia, satu hari yang lalu kantung mayat ditemukan di sungai. 

“Karangka manusia yang berserakan di sungai tersebut merupakan tanda tanya besar bagi warga di pesisir sungai tersebut, “ ungkapnya, Senin (27/10/2014).  SINDONEWS-Amnar Sengkang

Tuesday, 28 October 2014 00:29
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

PATTALLASSANG - Kericuhan antara warga dengan karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Takalar, Sulawesi Selatan, kembali terjadi.

Kericuhan itu terjadi di Desa Pa'rampunganta, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (27/10/2014) siang. 

Warga yang menolak karyawan PTPN XIV Takalar melakukan pengolahan di lahan seluas 2.000 hektare berusaha menghalangi karyawan PTPN, hingga aksi saling tarik dan saling pukul pun tak terhindarkan.

Puluhan aparat TNI dan petugas kepolisian yang melakukan pengamanan bahkan terlibat saling kejar di lokasi lahan yang masing-masing diklaim warga dan PTPN XIV.  Sejumlah warga ditangkap dan diamankan oleh polisi lantaran diduga menghambat aktivitas pengolahan di lahan yang akan ditanami tebu.

Guna menghindari aksi warga yang tergabung dalam serikat tani, polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan.

Hasnawati Daeng So'na,  salah seorang warga, mengaku kecewa dengan pihak DPRD setempat yang enggan membantu menyelesaikan kasus sengketa lahannya dengan PTPN.

Kericuhan baru dapat teratasi setelah petugas kepolisian dan TNI setempat melakukan negosiasi dan membubarkan warga. Sementara, pihak PTPN akan terus melakukan pengolahan dan penanaman di lahan seluas 2.000 hektare tersebut.

Sebelumnya, pada 14 Oktober 2014, warga juga menolak saat lahan sengketa itu akan ditanami tebu oleh PTPN. Warga mengamuk dan melawan petugas dengan lemparan batu. Akibatnya, polisi terpaksa melepaskan sejumlah tembakan peringatan untuk menghentikan aksi massa. SINDONEWS-Bugma

Tuesday, 28 October 2014 00:28
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

2013 © Makassar Terkini. All rights reserved.

Top Desktop version