Makassar Terkini

Switch to desktop Register Login

BERITA TERKINI

BERITA TERKINI (2533)

MAKASSAR - Pakar Krimonolog dari Kota Makassar Marwan Mas mengatakan, para pimpinan Polri hendaknya mengevaluasi kinerja polsek, terutama dalam penjagaan para tahanan. 

 

Karena kasus kaburnya tahanan sudah sering kali terdengar di Kota Makassar. Menurutnya, hal ini penyakit yang terjadi setiap tahun yang diakibatkan personel yang tidak banyak.

 

"Harus ada evaluasi. Karena polsek yang berhadapan dengan masyarakat," kata Marwan Mas, Guru Besar Bosowa 45, kepada wartawan, Jumat (3/7/2015).

 

Evaluasi tersebut harus bersifat jangka pendek dan panjang. Untuk jangka pendeknya, pimpinan jangan menyalahkan personelnya, karena tidak akan pernah selesai masalahnya. 

 

"Untuk jangka panjang, pimpinan Polri melakukan penambahan personel," terangnya. 

 

Sementara itu, di Polsek Ujung Tanah, tiga orang tahanan berhasil melarikan diri dengan cara menjebol atap sel dalam tahanan lalu melompati tembok polsek. Dua di antaranya Zaenal (29), dan Ruslan alias Kendil Bin Dg Rapi (19). 

 

"Mereka masih dilakukan pengejaran dan telah meminta pihak keluarganya untuk menyerahkan diri," kata Kapolres Pelabuhan AKBP Wishnu Buddhayya.

 

Perwira ini juga tidak menapik telah memeriksa sejumlah anggota yang bertugas di sel tahanan dan pimpinan Polsek tersebut.

 

Sebelumnya, tahanan kabur juga terjadi di Polsekta Panakukkang, Yakni Imran bin Udin (29). Dia melarikan diri setelah menggergaji terali besi dan menjebol plafon WC. 

SINDONEWS-Andi Ilham

Saturday, 04 July 2015 06:50
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Aparat kepolisian Polres Kota Palopo Sulawesi Selatan, menangkap tujuh orang yang diduga terlibat pesat narkoba.

 

Dari ketujuh pelaku, polisi baru menetapkan lima tersangka, sementara dua diantaranya masih dalam penyelidikan.

 

Kelima tersangka tersebut masing-masing dr Muhammad Hapiz, Linda, Abdullah, Andi Radja dan Faisal Baso.

 

Sedangkan dr Muhammad Hapiz yang bekerja sebagai kepala bidang tim reaksi cepat bencana alam Kota Palopo ditetapkan sebagai pengedar.

 

Atas perbuatannya pelaku terancam dua puluh tahun penjara, sementara empat orang lainnya ditetapkan sebagai pengguna dan terancam lima tahun penjara.

 

Dari tangan kelima tersangka polisi menyita delapan paket sabu-sabu jenis kristal yang dikemas menggunakan plastik kecil, tiga unit handphone, alat isap (bong) serta ujang tunai Rp600 ribu.

 

Penangkapan ini bermula saat polisi melakukan operasi Malabu di kos-kosan. Saat dilakukan pemeriksaan polisi menyita satu paket sabu-sabu yang disembunyikan oleh Linda dalam saku celananya usai berpesta narkoba bersama dr Muhammad Hapiz.

 

Berdasarkan pengembangan tersebut polisi kembali menangkap tiga orang lainnya dilokasi yang berbeda.

 

Kapolres Kota Palopo, AKBP Dudung Adi para tersangka ini ditangkap oleh polisi di sebuah rumah kos yang dijadikan sebagai tempat pesta narkoba. "Para tersangka sudah kita amankan termasuk oknum dokter yang juga pegawai di Kota Palopo," pungkasnya. SINDONEWS-Nasruddin

Saturday, 04 July 2015 06:49
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Hanya karena permasalahan sepele,Ikhsan tega menganiaya istrinya Irma (30) yang tengah hamil tua.

 

Tak terima dengan perbuatan sang suami, Irma pun melaporkannya ke Polsek Makassar.

 

Peristiwa pengaiayaan tersebut bermula saat korban berkunjung ke rumah temannya di Jalan Pampang Makassar.

 

Tak ada pertengkaran antara korban dan pelaku sebelumnya, namun tiba tiba saja saat korban tiba di rumah, pelaku yang memukul korban di bagian kening  hingga mengalami luka robek.

 

"Entah apa penyebabnya, pulang dari ruman teman, saya dipukul oleh suami hingga kening saya terluka," kata Irma.

 

Korban pun langsung dibawa oleh petugas kepolisian ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis dan visum.

 

sementara pelaku atau suami korban langsung kabur sebelum polisi datang untuk menjemputnya. Dari hasil perkawinan, keduanya telah dikarunia 2 anak.

 

Usai mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit. korban langsung melapor secara resmi ke petugas kepolisian. Hingga saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. SINDONEWS-Muh Sardi

Saturday, 04 July 2015 06:47
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Seorang mahasiswa bernama Fadly Sining (19), ditemukan tewas gantung diri, di ruang lantai dua rumahnya, di Jalan Toa, lorong Mawar, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala. 

 

"Jenazah korban sudah dibawa ke Kabupaten Pinrang untuk di makamkan. Adapun motifnya belum diketahui. Namun dugaan sementara dari pemeriksaan saksi korban alami depresi," kata Kapolsekta Manggala Kompol Akbar, Jumat (3/7/2015). 

 

Ditambahkan dia, saat petugas kepolisian mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak Keluarga korban menolak untuk autopsi jenazah korban. 

 

"Saat ditemukan, posisi korban terikat sarung di bagian terali besi rumahnya. Jasad korban ditemukan pertama kali oleh kakak kandungnya usai pulang kerja dari Rumah Sakit (RS) Dadi Makassar," sambungnya. 

 

Saat masuk dalam rumah, tiba-tiba kakak korban melihat korban telah tergantung dengan sarung kotak-kotak warna merah. Dia lalu melepaskan ikatan sarung itu, dan langsung melaporkan ke polisi.

SINDONEWS-Andi Ilham

Saturday, 04 July 2015 06:46
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

SENGKANG - Kebakaran hebat terjadi di Jalan Bau Munawarah, samping Pasar Tempe Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/7/2015) malam. Sedikitnya dua rumah ludes terbakar. 

 

Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 23.15 Wita. "Salah satu rumah warga yang ludes terbakar merupakan milik Dg Silaja," kata salah seorang warga, Mus. 

 

Kebakaran yang menghanguskan dua rumah dan merambat ke beberapa rumah sekitarnya itu jadi tontonan warga yang memenuhi area jalan seputaran Pasar Tempe.

 

Hingga berita ini diturunkan, armada pemadam kebakaran Pemkab Wajo masih terus melakukan pemadaman. Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti. SINDONEWS-Jumardi Nurdin

Saturday, 04 July 2015 06:44
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Pascapenyerangan terhadap tiga anggotanya yang menyebabkan tewasnya Brigpol Irfan, aparat langsung bergerak cepat. 

 

Hasilnya Tim Unit Resmob Polrestabes Makassar berhasil meringkus dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi sadis tersebut.

 

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Fery Abraham, mengatakan dua pelaku yang masih dirahasiakan identitasnya kini tengah diperiksa intensif mengenai kasus pembacokan kepada tiga anggota Sabhara Polres Gowa.

 

"Kita berhasil amankan dan kita periksa lebih lanjut," ujar Kombes Pol Fery Abraham.

 

Dikatakan, dalam kasus peyerangan tersebut, Brigpol Irfan tewas dengan luka terbuka pada bagian leher belakang, telinga kiri terputus, luka terbuka pada bagian lengan kanan dan bahu kanan.(Baca: Tiga Polisi Diserang, Satu Tewas Dua Kritis) 

 

Dua rekan korban yang kritis yakni Bripda Usman dengan luka terbuka pada bagian kepala belakang dan Brigpol Muliadi alami luka terbuka pada bagian leher belakang, luka terbuka pada bagian tengah pungung, luka tusuk pada bagian pantat sebelah kiri, dua luka tusuk pada paha kanan dan luka tusuk pada bagian betis kiri.

 

Informasi diperoleh, penangkapan Resmob Polrestabes yang dipimpin AKP Edy Sabhara dilakukan saat di Jalan AP Pettarani. 

 

Polisi yang memonitor pelaku menggunakan kendaraan roda dua dari TKP di bundaran samata, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu Gowa, melintas ke Jalan Hertasning, Makassar.

 

"Tiba tiba dari arah Pattallassang datang 4 mobil mini bus di duga mobil avanza dan Xenia ada yang berwarna hitam dan merah ditumpangi sekitar 20 orang kemudian langsung menyerang Personil Patko menggunakan parang," kata Fery.

 

"Setelah melakukan pengeroyokan tersebut para pelaku langsung meninggalkan TKP menuju arah Jalan Hertasning Makassar," pungkasnya. SINDONEWS-Andi Ilham

Saturday, 04 July 2015 06:43
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

GOWA - Baharuddin, warga  Desa Pabundukang, Bontonompo, Gowa, Sulawesi Selatan tewas setelah diserang sekelompok orang di rumahnya.

 

Ironisnya, peristiwa penyerangan pada Selasa 30 Juni 2015 malam itu terjadi di hadapan anak korban. Para pelaku dengan membabi buta menyabetkan senjata tajam kepada korban.

 

Korban jiwa juga jatuh dari pihak penyerang akibat sabetan senjata Baharudin. Korban dari pihak penyerang tersebut diketahui bernama Daeng Nassa.

 

Menurut Erni, anak korban sebelum peristiwa terjadi empat orang tak dikenal masuk kerumah korban dengan membawa senjata tajam.

 

Sementara belasan pelaku lainnya merusak kursi dan jendela rumah korban.  Aksi penyerangan tersebut terjadi lantaran korban diduga memukuli salah seorang keluarga pelaku saat menangkap ikan di sungai.

 

Sementara petugas kepolisian setempat yang melakukan olah TKP langsung melakukan penyelidikan serta mengamankan sejumlah batu dan senjata tajam untuk dijadikan barang bukti.

 

"Kita sudah mengamankan beberapa barang bukti dari TKP. Dan kita masih melakukan penyelidikan mengenai kasus ini," Kata kanit SPKT Polres Gowa Aiptu Kamaruddin.

SINDONEWS-Bugma

Saturday, 04 July 2015 06:42
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Peduli Maros (AMPM) mendesak Mabes Polri segera mengambil alih dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lampu hias dan taman di lingkup Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Maros dari APBD 2011. 

 

Mahasiswa menduga, kasus ini melibatkan Bupati Maros Hatta Rahman. Aksi mahasiswa digelar di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta. Dalam aksinya, mereka memasang spanduk protes dan kecaman. 

 

"Apalagi tersiar di publik bahwa setelah kasus ini menemui titik terang di tangan penyidik lama, mereka lalu dimutasi dan kasus ini menjadi gelap," tegas Koordinator AMPM Ronald, Selasa (30/6/2015). 

 

Indikasi perlunya kasus ini ditangani Mabes Polri adalah Bupati Maros Hatta Rahman sempat dinyatakan tersangka oleh Mabes Polri, lalu dibantah Polda Sulsel, lalu ditegaskan benar tersangka oleh Mabes, kemudian dianulir lagi.

 

"Hatta disebut-sebut terkait langsung pada proyek bernilai Rp1,4 M tersebut. Awalnya dugaan kerugian negara pada proyek tersebut Rp500 juta lebih, tapi kemudian menyusut menjadi hanya Rp50 juta," terangnya. 

 

Dia melanjutkan, Hatta juga terbukti menjadi pengendali langsung proyek ini. Namun, Hatta langsung pergi usai melakukan pembelian lampu jalan. Dia juga mengendalikan agar proyek berjalan tanpa tender. 

 

"Saat kasus ini bergulir di Polda Sulsel, penyidik sudah melakukan dua kali pemanggilan kepada Hatta Rahman, tapi tidak mau menghadirinya," ungkapnya. 

 

AMPM menduga, Polda Sulsel masuk angin dan tidak serius menangani kasus ini. Buktinya, tersangka kasus yang sama, Rahmat Bustar yang merupakan ipar Hatta Rahman dibiarkan bebas berkeliaran tanpa ditahan. 

 

"Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Apalagi ada dugaan gratifikasi tanah hibah yang diduga melibatkan mantan kapolda," pungkasnya.

 

SINDONEWS-Wahyu Nugroho

Saturday, 04 July 2015 06:41
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Petugas gabungan Satpol PP serta aparat Kepolisian di Makassar berhasil menjaring delapan pasangan mesum di sejumlah rumah kos-kosan di Makassar, Sulawesi Selatan. 

 

Razia yang digelar tim gabungan ini, sengaja dilakukan lantaran banyaknya laporan warga sekitar yang merasa resah.  

 

Sehingga delapan pasang kedapatan berduaan dalam kamar kosan  yang rata rata masih usia belia langsung diangkut petugas. Ke delapan pasangan mesum tersebut tak bisa berkutik saat diintrogasi oleh petugas. 

 

Kasatpol PP Kota Makassar Iman Hud mengatakan, delapan pasangan yang terjaring petugas serta belasan penghuni kos tanpa KTP langsung digelandang ke kantor Pemerintah Kota Makassar agar diberi pembinaan untuk selanjutnya akan dilakukan pemanggilan terhadap orang tua sejumlah pasangan mesum tadi. 

 

“Di bulan suci Ramadan ini  warga Kota Makassar sangat membutuhkan ketenangan beribadah. Dengan adanya gangguan masyarakat terkait maraknya penghuni kosan yang kumpul kebo tentu sangat meresahkan warga, ” kata Iman, Selasa (30/6/2015).  SINDONEWS-Muh Sardi

Saturday, 04 July 2015 06:40
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

SUNGGUMINASA - Petugas Polres Gowa, Sulawesi Selatan, merazia sejumlah tempat kos yang diduga kerap dijadikan sebagai tempat mesum, Senin (29/6/2015) malam. Lima  pasangan, remaja dan mahasiswa, dibawa ke kantor polisi.

Sejumlah mahasiswa yang tertangkap tangan tengah berduaan di dalam kamar kosnya tak berkutik saat petugas Reskrim Polres Gowa melakukan razia tempat kos di Kelurahan Mangngasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Namun, ada juga yang berusaha kabur dan bersembunyi di dalam masjid.

Menurut Kabag Ops Polres Gowa Kompol Syamsuddin petugas kepolisian, razia rumah kos dilakukan selama Bulan Ramadan lantaran diduga maraknya perbuatan mesum di sejumlah tempat kos di Bulan Ramadan.

Guna dilakukan pembinaan, kelima pasangan yang diduga mesum itu langsung diamankan dan diperiksa di Ruang Reserse Kriminal Polres Gowa.SINDONEWS-Bugma

Saturday, 04 July 2015 06:39
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

2013 © Makassar Terkini. All rights reserved.

Top Desktop version