Makassar Terkini

Switch to desktop Register Login

BERITA TERKINI

BERITA TERKINI (2092)

MAKASSAR - Si jago merah melalap rumah semi permanen berlantaikan dua terdiri 24 kamar kos yang dihuni mahasiswa di Jalan Sukaria, Kecamatan Panakukkang. Akibatnya, tujuh unit motor milik penghuni yang terparkir juga ikut terpanggang. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kebakaran hebat itu terjadi saat penghuni kos terlelap tidur diperkirakan terjadi Kamis dinihari (18/12/2014) sekitar pukul 02.30 Wita. 

Api yang bersumber dari lantai 2 sempat membuat panik beberapa penghuni kos sehingga mereka berlarian menyelamatkan diri.

Pemilik Kost, Andi Misnar mengatakan 24 kamar yang dikontrakkan ludes terbakar. Barang berharga seperti buku, laptop dan pakaian penghuni kost juga ludes. 

Selain motor berbagai merek seperti Yamaha Vega, Suzuki Thunder, dan sebagainya terbakar juga motornya ikut ludes.

"Kata anak kos sumber apinya dari lantai 2. Diduga kompor meledak. Seandainya listrik rumah saya disamping pasti terbakar juga," kata Andi Misnar.

Kapolsekta Panakukkang Kompol Tri Hambodo, mengatakan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahwa tiba muncul api di lantai 2 kamar bagian tengah dan merambah ke seluruh rumah dan menghanguskan rumah serta isi rumah dan sejumlah kendaraan. 

Adapun penyebab kebakaran sesuai keterangan korban diperkirakan dari kompor penghuni kost.

"Langkah selanjutnya kita masih penyelidikan melakukan olah TKP guna memastikan penyebab rumah terbakar dengan kerugian miliaran rupiah itu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Imran Samad, mengatakan beruntung kobaran api tidak menjalar ke rumah warga lantaran kesiagaan petugas armada memadamkan api berada di setiap blok. 

Api berhasil dipadamkan tidak terlalu lama meski lokasi kebakaran berada di lorong.

"Mobil armada kita kerahkan tiga unit. Satu yang posko di timur dan dari kantor. Pemadaman kita gunakan Selang panjang dengan kondisi kebakaran di lorong lorong," tandasnya. SINDONEWS-Andi Ilham

Thursday, 18 December 2014 04:48
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MANADO - Kebakaran terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara, malam ini. Si jago merah beraksi di rumah kos dan toko alat musik di tengah permukiman padat di Lingkungan I, Wanea, Kecamatan Wanea.

Sumber api belum diketahui pasti. Namun menurut salah satu korban, Andre Sinangon, api berasal dari lantai dua rumah kos milik Oma Min Sarindatu.

"Saya salah satu anak kos di situ. Yang kami selamatkan hanya pakaian di badan. Api berasal dari lantai dua. Saat itu, kami mau padamkan api, tapi pintu menuju lantai dua terkunci," ujar Andre, gemetaran, Rabu (17/12/2014) malam.

Pemilik kos, kata dia, keluar dari siang menghadiri acara keluarga. Daripada hangus terbakar, semua anak kos terpaksa lari berhamburan sebab api begitu cepat menjalar.

"Rumah kos itu terdapat 14 kamar. Lantai bawah bangunan batu, ada  tujuh kamar. Sementara lantai atas kayu, juga tujuh kamar," jelasnya.

Selain barang-barang yang tidak terselamatkan, satu unit sepeda motor milik Jacksen, juga ikut dilalap api. "Rumah kos ini satu bangunan dengan toko musik. Toko musik menghadap jalan, sementara kos ada di belakang. Toko musik itu juga milik Oma Min yang sudah dikontrakkannya."

Oma Min yang baru tiba dari tempat acara keluarga dan melihat rumahnya terbakar, shock dan langsung pingsan. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan mobil ambulans yang siaga di tempat kejadian.

Abjul Lihawa, tetangga Oma Min, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WITA dan hingga pukul 22.00 WITA api belum bisa dikuasai pemadam kebakaran, meski tiga armada bolak-balik mengisi air. "Mudah-mudahan saja tidak ada orang di dalam rumah," ujar Abjul.

Hingga berita ini diturunkan, api masih berkobar. Selain itu, ribuan warga berkerumun di dekat kejadian, sehingga menyulitkan tim pemadam kebakaran untuk melakukan evakuasi dan pemadaman.

Kemacetan pun mengular, sebab Jalan Sam Ratulangi ditutup satu jalur demi keamanan. Terlihat tiga unit mobil ambulans siaga di lokasi. Juga tampak beberapa petugas kepolisian. SINDONEWS-Mardi

Thursday, 18 December 2014 04:46
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

SINJAI - Seorang aktivis pencinta alam, Supriadi alias Betting (21), diringkus aparat kepolisian Polres Sinjai setelah menikam seorang siswa SMKN 1 Sinjai Utara, Andi Halilintar alias Intah (15).

Betting yang juga warga Cemmeng Lingkungan Batu Pake, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, menikam Intah di depan markas Forum Pencinta Alam (FPA) Sinjai, tepatnya di Lapangan Nasional Sinjai.

Akibat penikaman tersebut, Intah harus dilarikan ke RSUD Sinjai untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Andi Rahmat mengatakan, Intah mengalami luka tusukan di bagian punggung sebelah kiri dengan kedalaman 3 cm dan lebar 1 cm.

"Luka Intah cukup serius dan saat ini ditangani tim medis di Instalasi Gawat Darurat," kata Andi Rahmat, Rabu (17/12/2014).

Menurutnya, peristiwa bermula saat korban yang berdomisili di Jalan Sungai Tangka, Kelurahan Balangnipa, mendatangi markas FPA Sinjai, lalu marah-marah. 

Tidak terima dengan sikap korban, terduga pelaku, Betting, yang merupakan anggota FPA Sinjai bersama beberapa rekannya mengejar korban dengan badik dan berhasil menikam punggung korban.

"Pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di ruangan Satreskrim Polres Sinjai. Pelaku sempat  menyangkal jika dirinya yang melakukan penikaman. Namun, kasus ini terus diselidiki untuk pengembangan lebih lanjut," pungkasnya.

Kejadian ini dipicu dendam lama dan kembali mencuat setelah korban mendatangi markas FPA. SINDONEWS-Suryadi Yamin

Thursday, 18 December 2014 00:28
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Enam kecamatan di Makassar, Sulawesi Selatan, rawan banjir jika curah hujan tinggi. Enam kecamatan tersebut yakni Kecamatan Manggala, Kecamatan Tallo, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Tamalate, Kecamatan Rappocini, dan Kecamatan Panakkukang.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ismoenandar saat rapat di Badan Anggaran DPRD Makassar, Selasa (16/12/2014). 

"Jadi memang ada enam kecamatan yang sangat rawan banjir saat musim hujan," kata mantan Kadis Pekerjaan Umum Pangkep itu. 

Bahkan, menurutnya, banjir bisa terjadi dan berlangsung lama seperti di Manggala. Di Manggala, kata dia, banjir bisa terjadi hingga satu bulan lebih. 

Dia pun menjelaskan, curah hujan di Makassar berpotensi terjadi di awal Januari hingga Februari. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana di 2015, BPBD Makassar akan membangun emergency center di enam titik di Makassar. 

Setiap emergency center atau posko bencana akan menelan anggaran hingga Rp1,5 miliar. Emergency center akan dibangun di enam titik di antaranya Karebosi, Ade Irma (dekat Polsek Tallo), Alauddin, Balang Tonjong, depan Terminal Daya, dan di Untia. SINDONEWS-Abdul Salam Malik

Wednesday, 17 December 2014 00:36
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

WATAMPONE - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengagumi dan mengakui kehebatan pelaut-pelaut dari Sulawesi Selatan, khususnya pelaut Bugis. 

Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan dialog dengan ratusan nelayan di Aula Nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lonrae, Kecamatan Tenete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Selasa (16/12/2014).

"Setiap saya ke daerah-daerah, pelaut Bugis selalu disebut. Pelaut Bugis memang dikenal hebat sejak dahulu hingga sekarang, bahkan di beberapa daerah saya mendengar mereka mengatakan belajar melaut dari orang Bugis," ujar menteri yang terkenal eksentrik ini.

Karena itu, Susi meminta 100 pemuda dilatih menjadi nakhoda. "Saya meminta 100 putra dan putri dari Bone, Sinjai, dan Bira untuk dilatih menjadi nakhoda dan membuktikan kepada dunia akan kejayaan bahari Indonesia," tegasnya.

Menteri Susi juga berpesan agar para pelaut Bugis menjaga nama baik dengan tidak merusak lingkungan dan menjaga kelestarian laut. Salah satunya, tidak menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan seperti jaring trawl dan penggunaan bom ikan.

"Orang Sulsel terkenal dengan pelaut ulungnya, bukan hebat karena mengebom terumbu karang. Ayo bersihkan nama baik orang Bugis dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meninggalkan alat tangkap tidak ramah lingkungan," pungkasnya. SINDONEWS-Waris Hasrat

Wednesday, 17 December 2014 00:34
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

POLMAN - Hidup dan mati itu adalah kehendak Tuhan. Jika Dia menghendaki, siapapun tak bisa menyangkalnya. Itulah untaian kata singkat Padlia (18), ibu hamil yang merupakan salah satu korban kecelakaan maut Kijang Super DD 1162 OE. 

Seperti diketahui, kecelakaan maut terjadi di Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, Minggu lalu.

Setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih dua hari, di ruang perawatan tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polman, Padlia kini mulai merasa sehat.

Padlia yang diketahui hamil empat bulan ini selamat dalam peristiwa nahas itu. Bahkan, janin dalam kandungannya juga dalam keadaan sehat. Sementara, lima korban lainnya meninggal dunia akibat luka nahas yang dialami.

Padlian sendiri baru menyadari dirinya selamat setelah sehari berada di rumah sakit. Usai peristiwa itu, Padlia mengaku seperti tidak sadar apa yang dialami. Itu akibat perasaan syok setelah terguling-guling di dalam mobil.

Beruntung bagi Padlia, nyawanya tertolong dalam peristiwa yang sangat mengenaskan itu. Saat kejadian, suaminya yang bernama Irpan (19), mengalami luka di bagian lengan kiri.

Jika dilihat dari kasa mata, luka yang dialami Irpan lebih parah dari pada istrinya. Namun, keduanya selamat.

Ditemui di ruang perawatan tiga, Padlia mengaku bersyukur, karena dirinya bersama suaminya selamat dan tidak mengalami luka serius. Meski dia tidak memungkiri jika dalam batinnya, ada perasaan sedih, karena harus kehilangan beberapa keluarganya.

“Ya, perasaan bercampur sedih. Di sisi lain, saya bersyukur, karena masih diberikan keselamatan,” tuturnya.

Padlia menceritakan, saat mengalami kejadian itu, dia hanya bisa pasrah dan terus menyebut nama Tuhan bisa diberikan keselamatan. 

"Kalau diingat-ingat kejadian itu, saya seperti mendapatkan mukzijat untuk tetap bertahan dari maut bersama anak dalam kandungan. Saya memang tidak menyangka bisa selama. Alhamdulillah, ini sebuah mukjizat bagi saya,” ungkapnya.

Hingga hari ketiga ini, kondisi Padlia sudah semakin membaik. Begitupun dengan suaminya. Bahkan, pagi ini Padlia sudah diperbolehkan pulang. “Sebenarnya dari kemarin, tapi biar satu malam lagi di rumah sakit untuk memastikan kondisi dalam keadaan baik,” jelasnya.

Diketahui, dalam peristiwa kecelakaan itu, sedikitnya ada 20 oang korban yang dimuat dalam mobil maut tersebut. Lima di antaranya meninggal, selebihnya mengalami luka.

Di antara yang teruka, sebagian korban sudah dipulangkan ke kampung, Kecamatan Luyo. Sementara delapan lainnya masih dirawat di rumah sakit. SINDONEWS-Andi Indra

Wednesday, 17 December 2014 00:32
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

WATAMPONE - Meski pada awalnya tidak mengagendakan berkunjung ke Bone, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tetap disambut secara adat oleh Pemerintah Kabupaten Bone.

Menteri Susi mengagendakan kunjungan ke Kabupaten Sinjai yang terletak di sebelah selatan Kabupaten Bone. Dia mendarat di Bandara Mappolo Ulaweng, Awampone yang terletak di Kabupaten Bone, sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke Kabupaten Sinjai yang berjarak 70 km dari Kota Watampone.

Saat tiba di Rumah Jabatan Bupati Bone, Selasa (16/12/2014), Susi disambut dengan Tari Padduppa, sebuah tarian suku Bugis untuk menyambut tamu agung oleh dara jelita gadis Bugis.

Seusai disambut secara adat di Rumah Jabatan Bupati Bone, Susi bertemu dengan ratusan nelayan Teluk Bone di Aula Nelayan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lonrae, Kabupaten Bone.

"Sebenarnya agenda saya ke Sinjai, tapi diminta singgah di Bone. Karena kata Pak Bupati, kalau tidak singgah nanti bandaranya mau ditutup katanya," Susi berkelakar saat mulai berdialog dengan sejumlah nelayan.

Pada kesempatan itu, Susi meminta kepada nelayan untuk segera melaporkan jika ada kapal eks asing yang menangkap ikan di perairan Teluk Bone. 

"Saya sudah larang kapal asing mencuri, itu kerja saya untuk menjaga laut. Nah, tugas Anda (nelayan) adalah menangkap ikan dan menjaga kelestarian laut, trawl-nya dibuang, bom ikan jangan digunakan dan diganti dengan gillnet," ujarnya di hadapan ratusan nelayan.

Sementara itu Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi saat mendampingi Susi berdialog dengan nelayan mengatakan, potensi bahari Kabupaten Bone cukup besar karena Kabupaten Bone memiliki 128 km garis pantai.

Selain itu, kata Fahsar, nelayan di Bone memiliki lebih dari 2.000 kapal penangkap ikan.

"Harapan kami, program kenelayanan dari kementerian yang menyentuh langsung masyarakat nelayan yang ada di Bone langsung dirasakan oleh nelayan yang ada di Bone. Begitu juga dengan pembangunan TPI dan pendaratan kapal di Lonrae merupakan bantuan dari kementerian," pungkasnya. SINDONEWS-Waris Hasrat

Wednesday, 17 December 2014 00:29
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

GOWA - Belasan anggota geng motor di Gowa, Sulawesi Selatan, mengamuk dan mengeroyok sejumlah warga. Petugas kepolisian yang membubarkan para pelaku, terpaksa melepaskan tembakan peringatan. 

Aksi pengeroyokan oleh belasan remaja yang diduga kuat anggota geng motor merah ini, terjadi di Jalan Usman Salengke Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Para anggota geng motor ini mengamuk dan memukuli sejumlah warga yang berkumpul di pinggir jalan. Setelah diberikan tembakan peringatan, belasan anggota geng motor berhasil dibekuk. 

Polisi juga mengamankan delapan unit sepeda motor milik pelaku dan membawanya ke kantor polisi guna proses identifikasi. Begitupun dengan sejumlah warga yang menjadi korban pengeroyokan, dimintai keterangannya di kantor polisi. 

Menurut petugas, jumlah anggota geng motor yang berhasil diamankan berjumlah 16 orang. Mereka rata-rata masih berusia remaja. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka ditahan di Mapolres Gowa. SINDONEWS-Bugma

Tuesday, 16 December 2014 00:19
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAMUJU - Empat perampok bersenjata api (bersenpi) di wilayah Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kembali beraksi. Para pelaku berhasil merampas uang sebesar Rp380 juta dari tangan korban.

Peristiwa perampokan ini dialami oleh I Wayan Bukit (49) dan Manasyie (30), warga Desa Salubaja, Kecamatan Tobadak, Mateng. Ketika itu, korban yang berprofesi sebagai petani bersama temannya melintas di poros Polohi, Kecamatan Budong-budong.

Situasi di lokasi kejadian yang sepi menjadi target pelaku dalam menjalankan aksinya. Saat itu, pelaku yang menggunakan mobil minibus tiba-tiba menghampiri korban yang ketika itu membawa uang tunai sebesar Rp380 juta.

Tanpa basa-basi, pelaku mengancam korban dengan senjata api. Korban tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itu juga, pelaku merampas tas korban yang berisi uang ratusan juta rupiah.

"Usai merampas tas saya, pelaku langsung bergegas pergi ke arah Mamuju," ujar Wayan, korban perampokan itu, Minggu (14/12/2014).

Kapolres Mamuju AKBP Eko Wagianto yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa perampokan bersenjata yang terjadi di wilayah Mateng.

Kapolres menduga, pelaku perampokan ini cukup terlatih. Bahkan, pelaku diduga sudah mengintai sasaran aksinya dari awal.

"Saat ini kami tengah berupaya melakukan pengejaran terhadap keempat pelaku. Beberapa langkah sudah dilakukan untuk mengungkap pelaku perampokan tersebut yakni memeriksa saksi dan melakukan olah TKP."

Selain itu, pihak Polres Mamuju juga melakukan koordinasi dengan Polres tetangga dan Resmob Polda Sulteng dengan menggelar razia di wilayah masing-masing. "Bukan tidak mungkin pelaku lari keluar daerah," jelasnya. SINDONEWS-Andi Indra

Tuesday, 16 December 2014 00:17
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

MAKASSAR - Brankas milik Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Duta Niaga Syariah, di Jalan Malengkeri Raya, Kecamatan Tamalate, dibobol maling. Kerugian mencapai Rp15 juta. 

"Pelaku membobol brankas dengan cara merusaknya. Kondisi brankas rusak berat. Isi brankas uang tunai sebanyak Rp15 juta, dan dibawa lari. Sertifikat, serta jaminan nasabah ditinggalkan," ujar Kapolsekta Tamalate Kompol Suaeb Madjid, kepada wartawan, Senin (15/12/2014). 

Ditambahkan dia, pelaku menggunakan dua linggis dan obeng, dalam membobol brankas. Alat-alat itu digunakan untuk mencongkel. Pelaku masuk ke kantor Kospin dengan cara merusak gembok pintu depan.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, diduga pelaku berjumlah tiga orang, dan memakai mobil. Hasil olah TKP, diduga pelaku adalah mantan karyawan yang baru dipecat dari kantor tersebut.

"Kita masih mendalami pembobolan dengan pemeriksaan saksi dan olah TKP," tukasnya. SINDONEWS-Andi Ilham

Tuesday, 16 December 2014 00:17
Published in BERITA TERKINI
Written by
Read more...

2013 © Makassar Terkini. All rights reserved.

Top Desktop version