MAKASSAR – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemeneg PAN-RB) kembali menunda penyerahan rincian formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Sulsel.
Hingga kemarin, rincian masih berada di meja Meneg PAN-RB EE Mangindaan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Andi Murny Amin Situru mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi mengenai penyerahan formasi CPNS tersebut. Padahal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan BKD dari 24 kabupaten/ kota di Sulsel dijanjikan sejak dua pekan lalu. “Sebenarnya pekan lalu kami dijanjikan akan diberikan (rincian formasi CPNS), tetapi ada enam daerah yang meminta tambahan kuota CPNS sehingga dimundurkan ke pekan ini.Tapi sampai sekarang kami belum terima kepastiannya,” ujar dia kemarin.
Dari hasil komunikasi terakhir dengan Deputi Bidang Pengambangan SDM Kemeneg PAN-RB, Kurniati, rincian formasi CPNS Sulsel masih berada di meja Meneg PAN-RB EE Mangindaan dan belum mendapatkan persetujuan. “Kami tidak bisa berbuat banyak. Sekarang ini sudah ada di meja Meneg PAN. Nanti baru akan diserahkan keseluruhan kepada BKD kabupaten/kota,”katanya saat ditemui di ruang kerja dia kemarin. Mantan Kepala BPKMD Sulsel ini menambahkan,jika rincian formasi CPNS tersebut telah turun,pihaknya berjanji akan segera mengumumkan kepada masyarakat dan membuka pendaftaran kepada putra-putri di Provinsi Sulsel.
Terkait tes wawancara bahasa Inggris yang akan diberlakukan pada seleksi CPNS tahun ini, dia berkilah, masih akan meminta petunjuk pemerintah pusat. Pasalnya, Pemprov Sulsel mengantisipasi terjadinya kecurigaan yang terjadi di tengah masyarakat. “Rencananya begitu, tapi kami minta petunjuk pusat.Jangan sampai kami dituduh macam-macam lagi.Saya tidak punya kepentingan di situ,”tandasnya kepada wartawan. Tahun ini, seluruh BKD Sulsel wajib mengikuti petunjuk Pemprov Sulsel dalam penentuan perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai pembuat dan pemeriksa soal CPNS.Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 19/2010.Pemda atau pemkot yang melanggar, BKD Sulsel siap melayangkan sanksi keras.
“Kabupaten atau kota tidak bisa lepas dari provinsi. Kalau tidak bisa ikut dengan kami,meski dilakukan pemeriksaan hingga sampai keluar. Kalau memang melanggar, kami tidak mengurus kenaikan pangkat, pensiun, mutasi, serta mutasinya,”katanya. Pada pendaftaran CPNS tahun lalu, terdapat enam kabupaten yang keluar dari jalur yang ditetapkan Pemprov dan memilih bekerja sama dengan PTN lain, di antaranya Kota Parepare, Kabupaten Pangkep, Sinjai, Jeneponto,Kabupaten Takalar. Sementara itu, BKD Kota Makassar menilai Kemeneg PAN-RB lambat menyetujui rincian CPNS di Makassar.
Kepala BKD Kota Makassar Sittiara mengatakan,meski pihaknya sudah mendapat penyampaian secara lisan Kemeneg PAN mengenai tambahan kuota CPNS, pekan lalu, hingga saat ini belum ada surat resmi persetujuan rincian CPNS. “Saya tidak bisa memastikan kapan pendaftaran CPNS kami buka karena masih menunggu rincian formasi Kemeneg PAN. Kalau sudah ada, tentu secepatnya kami umumkan,”tandas Sittiara saat ditemui wartawan di Balai Kota,sore kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, Kemeneg PAN menyetujui sebagian usulan penambahan kuota Makassar, yakni 38 orang, khusus untuk tenaga guru sekolah dasar (SD) dan tenaga kesehatan.
Dengan penambahan kuota itu, pemkot dipastikan menerima 210 CPNS formasi 2010. Sebelumnya, Kemeneg PAN menyetujui 172 jatah Makassar, yaitu 77 tenaga guru, 52 tenaga kesehatan, dan 43 tenaga teknis. (SI-wahyudi/arif saleh)