MAKALE – Sebagian besar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tana Toraja (Tator) belum dilengkapi sarana dan prasarana perpustakaan sekolah.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Tator Mustahit Edy mengungkapkan, sekitar 75% SD-SMP yang ada di Kabupaten Tator belum memiliki fasilitas perpu-stakaan sekolah, baik berupa ruang perpustakaan maupun buku-buku pelajaran. Hal ini berdampak siswa sekolah sering kesulitan memperoleh buku-buku paket pelajaran. ”Masih banyak SD-SMP yang ada di daerah ini belum dilengkapi fasilitas perpustakaan.Ada sekitar 75% SD-SMP yang tidak memiliki ruang perpustakaan maupun bukubuku perpustakaan.
Sebesar 25% lainnya sudah memiliki perpustakaan, tetapi masih perlu dilengkapi buku-buku pengetahuan umum lainnya,” katanya kemarin. Muatahit Edy menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tator bertahap akan membantu sekolah- sekolah yang belum memiliki fasilitas perpustakaan melalui program peningkatan mutu pendidikan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Pada tahun 2010, Pemkab Tator memperoleh anggaran DAK pendidikan senilai Rp20 miliar. Anggaran itu akan dialokasikan pengadaan sarana dan prasarana perpustakaan ke sekolah penerima.
Setiap sekolah penerima DAK pendidikan 2010 di Kabupaten Tator akan memperoleh anggaran Rp80 juta yang terdiri atas Rp72 juta untuk pembangunan fisik ruang perpustakaan dan Rp8 juta untuk pengadaan buku perpustakaan. Meski demikian,Dinas Pendidikan Tator masih mendata sekolahsekolah yang layak memperoleh alokasi DAK pendidikan 2010 untuk sarana dan prasarana perpustakaan. Disdik Tator akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang belum memiliki ruang perpustakaan dan buku perpustakaan. Dengan dialokasikannya anggaran DAK pendidikan untuk sarana dan prasarana perpustakaan, bisa memenuhi kebutuhan siswa memperoleh buku-buku penunjang pelajaran melalui perpustakaan sekolah.
”Kami masih mendata sekolah yang layak menerima anggaran DAK pendidikan tahun anggaran 2010.Sekolah yang belum memiliki fasilitas perpustakaan akan menjadi prioritas untuk memperoleh bantuan DAK pendidikan,”tandasnya saat dihubungi harian Seputar Indonesia(SI),kemarin. (SI-joni lembang)