A+ R A-

Makassar Kekurangan Taruna Pelaut

MAKASSAR– Jumlah alumnus pelayaran (taruna) di Kota Makassar setiap tahunnya ternyata tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan lapangan kerja.

Data yang dilansir Pusat Diklat Perhubungan Laut (Hubla) Departemen Perhubungan (Dephub) menyebutkan, total kebutuhan dari alumnus pelayaran masih membutuhkan 18.000 orang. Makassar ditargetkan mampu mencetak alumnus sebanyak 2.000 orang per tahun untuk mencapai kebutuhan tersebut. Di Makassar, ada dua sekolah pelayaran,yakni PIP Makassar dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran Barombong. Estimasi kebutuhan itu berdasarkan jumlah kapal yang berbendera Indonesia tercatat 3.219 unit dengan setiap kapalnya membutuhkan enam alumnus pelayaran.

“Kami harapkan, tahun ini sekolah pelayaran di Makassar mampu mencetak angka 2.000 orang dalam memenuhi kebutuhan,” tutur Kepala Pusat Diklat Perhubungan Laut Dephub, Djoko Purnomo usai meresmikan Gedung Ship Simulator Training Building Center di Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar,kemarin. Dia mengindikasikan, kekurangan tenaga yang dibutuhkan disebabkan jebolan taruna asal sekolah pelayaran di Indonesia lebih memilih bekerja di kapal asing. Dari tahun 2005 hingga 2009, jumlah taruna yang bekerja di kapal asing sebanyak 50 % dari jumlah alumnus sekolah pelayaran.

“Kekurangan inilah yang menjadi kendala.Taruna banyak yang bekerja di kapal asing karena persoalan tingkat kesejahteraan,” jelas Djoko. Terkait hal tersebut, pihaknya akan terus mencetak alumnus pelayaran dalam memenuhi kebutuhan, salah satunya dengan membangun kampus baru yang berlokasi di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya. Kampus tersebut mampu menampung 1.000 taruna. Selain itu, pihaknya terus meningkatkan kualitas para taruna dengan melengkapi fasilitas modern berupa alat simulasi kapal yang digunakan para siswa sebagai media pembelajaran sebelum terjun ke dunia kerja. Alat tersebut bernama Gedung Ship Simulator Training Building Center yang berlokasi di Kampus PIP Makassar.

Sementara itu,Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur saat meresmikan penggunaan gedung ini mengatakan, gedung simulasi ini tentunya sangat membantu para pelajar yang ingin merasakan langsung pengoperasian kapal tanpa meninggalkan kampus. Bahkan, Supomo berharap ke depannya nanti gedung ini dapat juga di akses oleh para kalangan lain di luar PIP.

Dia juga mengatakan, upaya mengembangkan fasilitas di lakukan sebagai bentuk pengembangan fungsi dan peranan Kota Makassar, di Kawasan Timur Indonesia. (SI-mulyadi abdillah)
Secured by Siteground Web Hosting