MAKALE– Sedikitnya 2.878 siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat, di Kabupaten Tana Toraja (Tator),siap mengikuti ujian nasional (UN) yang dilaksanakan Senin (22/2).
Ketua panitia pelaksana penyelenggaraan UN SMA tahun ajaran 2009/2010 Kabupaten Tator Daud Sampe Urang menjelaskan, peserta UN terdiri atas 1.577 siswa yang berasal dari 14 SMA, 1.248 siswa dari 17 Sekolah Menengah Kejuruan, dan 53 siswa Madrasah Aliyah. Untuk memudahkan penyelenggaran UN tahun 2010, panitia pelaksana membagi peserta UN dalam tiga rayon. Untuk peserta siswa SMA meliputi rayon I, enam se-kolah; rayon II, empat sekolah dan rayon III, empat sekolah.
Sementara peserta siswa SMK meliputi rayon I, delapan sekolah; rayon II,empat sekolah; rayon III,lima sekolah. Daud menyatakan, pengawasan UN tingkat SMA sederajat tahun 2010 di setiap rayon melibatkan semua guru-guru SMA sederajat di Kabupaten Tator dengan sistem silang murni. Pengawas yang sekolahnya masuk dalam rayon I tidak akan ditempatkan di rayon yang sama, melainkan mengawas di rayon lain.Pengawas juga tidak akan mengawas mata pelajaran yang diajarkan di sekolah saat UN dilaksanakan.
“Kalau pengawas berasal dari sekolah rayon satu dia akan ditempatkan di rayon dua atau tiga dan tidak ditempatkan pada rayon satu. Pengawas yang mengajar mata pelajaran IPA, dia tidak boleh mengawasi UN mata pelajaran IPA. Sistem silang ini untuk menghindari kecurangan saat UN,” ujar Kepala bidang pendidikan menengah Disdik Tator ini kepada harian Seputar Indonesia (SI).
Selain pengawas ruangan, dalam pelaksanaan UN disdik Tator juga melibatkan pihak Universitas Hasanuddin dan Universitas Kristen Indonesia Toraja sebagai tim pemantau independen. Tim pemantau independen ini bertugas memantau dan mengawasi jalannya proses pelaksanaan UN di setiap sekolah penyelenggara. Tim tersebut memantau dari luar ruangan dan tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan saat UN berlangsung. (SI-joni lembang)