A+ R A-

Ukm

UD. Citra satria

Produsen Kerupuk Daerah, Cita Rasa Nasional

Awalnya hanya menjadi konsumsi rumah tangga, kemudian menjadi suguhan buat para pelanggannya. Kini kerupuk bawang dan kerupuk simpul menjadi unit bisnis tersendiri bagi UD. Citra Satria.

Pilkada Gubernur Sulsel menjadi peruntungan tersendiri bagi Sugianto DS, SE. Diakuinya, usaha berjualan kerupuk dimulai pada tahun 2009. Saat itu sedang ramainya kampanye Pilkada Gubernur Sulsel. Sebelumnya Sugianto sudah memiliki usaha percetakan. Padahal awalnya kerupuk yang dijual Sugianto hanya untuk konsumsi rumah tangganya saja.

Sebagai seorang pengusaha, Sugianto selalu berusaha memberi nilai tambah kepada konsumennya. Setiap konsumen yang memakai jasa percetakan milik Sugianto selalu disuguhkan dengan makanan dan minuman ringan. Pada mulanya setiap konsumen yang datang disuguhkan dengan biskuit. Melihat peluang bisnis yang ada, penganan biskuit tersebut diganti menjadi kerupuk. Ternyata banyak yang menyukai citarasa dari kerupuk yang disuguhkan oleh Sugianto tersebut.

Melihat animo konsumen percetakannya yang cukup besar, perlahan-lahan Sugianto menawarkan kepada pelanggan percetakannya untuk membeli produk kerupuk miliknya. Ternyata tawaran tersebut disambut baik oleh para konsumen percetakannya. Awalnya hanya terjual lima bungkus, dan terus berkembang sampai sekarang. “Rata-rata pelanggan percetakan ingin membeli kerupuk yang saya jual, setelah sebelumnya menikmati citarasa dari kerupuk tersebut,” ujar Sugianto.   

Produk kerupuk yang dipasarkan oleh Sugianto diperolehnya dengan sistem kerjasama dari produsen kerupuk di Sinjai, yang masih mempunyai hubungan keluarga dengannya. Hasil kerjasama tersebut menjadikan UD. Citra Satria miliknya yang beralamat di Jl. Rajawali no. 63, sebagai agen tunggal penjualan kerupuk tersebut.

Produk kerupuk yang dijual Sugianto terbagi atas dua jenis, yaitu kerupuk bawang dan kerupuk simpul. Kerupuk tersebut dijual dalam dua kemasan, yaitu kemasan bungkus plastik dan toples. Harga dari kerupuk tersebut relatif murah, dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000/buah. “Antara kemasan bungkus plastik dengan toples tentu memiliki perbedaan harga, dimana kemasan toples sedikit lebih mahal dibandingkan kemasan bungkus plastik,” jelas Sugianto.

Saat ini Sugianto sudah melakukan beberapa inovasi dalam memasarkan produk kerupuknya. Sistem sales door to door dilakukan Sugianto untuk meningkatkan penjualan produk kerupuknya. Selain itu, Sugianto juga aktif menyebarkan brosur ke masyarakat, sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Dalam waktu dekat Sugianto juga berenca membuat kerupuk kemasan ekonomis, untuk memperluas target pasarnya. “Uniknya sistem yang saya pakai adalah saya selalu membelikan gratis paket untuk mencoba kepada para distributor saya,”lanjut Sugianto berpromosi. Nur Rachmat     



Seputar Kerupuk

Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang, bawang ataupun ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sebelum dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak.
Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi goreng dan gado-gado. Kadang juga kerupuk dijual di dalam kemasan, baik yang sudah digoreng maupun belum.



Resep membuat kerupuk bawang

Bahan
500 gr tepung terigu
200 gr tepung sagu
1 btr telur
50 cc santan
1/2 sdt garam
1/4 sdt bumbu penyedap
1/4 sdt merica halus
1-2 sdm bawang merah cincang
1 sdm seledri cincang
Cara Membuat
    Campurkan tepung, garam, merica, bumbu penyedap dan telur.
    Remas-remas sambil memasukkan santan, bawang merah dan seledri sedikit demi sedikit hingga dapat dibentuk.
    Giling tipis adonan 0,5 cm, potong-potong dengan pisau 3x5 cm
    Goreng dalam minyak banyak dengan panas sedang sampai matang, kering dan kecoklatan. Tiriskan ( /- 700 gr)  

Secured by Siteground Web Hosting