A+ R A-

Suara Warga

Lagi-lagi Pemadaman Bergilir

Janji pihak PLN bahwa tidak akan lagi pemadaman bergilir di tahun 2010 ternyata tidak terbukti. Pemadaman yang berlangsung hingga 2 jam masih sering terjadi meski curah hujan telah kembali normal.

Herlina (Warga Panakkukang)
Jangan Hanya Menyalahkan Cuaca

Dengan adanya pemadaman bergilir ini, terbukti bahwa PLN sebagai perusahaan penyedia jasa kelistrikan di tanah air tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang sangat tergantung pada listrik. Tidak hanya kehidupan sehari-hari, tetapi perekonomian juga sangat berpengaruh pada ketiadaaan listrik.
PLN menjanjikan memasuki tahun 2010 maka tidak akan ada lagi pemadaman, tetapi ternyata janji tersebut tidak terbukti. Pemadaman masih sering terjadi. Padahal dulunya pihak PLN mengatakan bahwa pemadaman ini terjadi karena debit air yang rendah, tetapi sekarang ketika masuk musim penghujan pemadaman tersebut masih berlangsung.
PLN harusnya jangan hanya terus menyalahkan cuaca, tetapi harus mencari solusi terbaik agar masyarakat jangan terus-menerus dirugikan. Lagipula kami tiap bulan membayar demi menimati listrik ini, jumlahnya pun tidak sedikit.
“PLN harusnya jangan hanya terus menyalahkan cuaca, tetapi harus mencari solusi terbaik agar masyarakat jangan terus-menerus dirugikan”



Ramlah (Warga Tamalate)
Anggaran Yang Dikucurkan Besar

Krisis energi listrik di Sulsel ternyata tidak hanya tergantung pada cuaca dan jumlah debit air, tetapi juga pada peralatan yang telah tua. Hal inilah yang kurang diantisipasi oleh pihak PLN hingga pemadaman bergilir kembali terjadi di tahun ini.
Harusnya PLN selalu meremajakan atau melakukan pemeliharaan secara rutin bagi peralatan-peralatannya, mengingat dana anggaran yang dikucurkan pun cukup besar. PLN jangan hanya bisa menaikkan harga tarif listrik tetapi tidak bisa memberikan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat.
Pemerintah harusnya sadar bahwa krisis energi listrik ini berpengaruh sangat besar terhadap kehidupan masyarakat ekonomi lemah. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan bermunculan protes-protes dalam berbagai bentuk kepada PLN sebagai perusahaan penyedia listrik.
“Harusnya PLN selalu meremajakan atau melakukan pemeliharaan secara rutin bagi peralatan-peralatannya, mengingat dana anggaran yang dikucurkan pun cukup besar”



Noviyanti Srikandi (Warga Tamalanrea)
Ekonomi Masyarakat Terganggu
Bukan hanya ditahun ini saja pemadaman bergilir dilakukan sebagai akibat dari adanya krisis energy listrik, tetapi juga telah berlangsung bertahun-tahun. Harusnya pemerintah tidak hanya tinggal diam dan menyalahkan cuaca sebagai penyebab utama, haruslah dicari solusi agar pemadaman ini tidak berlangsung selamanya. Jika memang debit air turun ketika musim kemarau, maka sebaiknya dicari sumber air alternative yang lain.
Bukan hanya PLN saja yang dirugikan, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya pada ketersediaan listrik. Jika pemadaman ini terus berlangsung bukan tidak mungkin akan mengakibatkan kebangkrutan pada sektor ekonomi kecil dan mikro. Hal inilah yang harus disadari oleh pemerintah.
Cukup saat ini saja kita mengalami pemadaman bergilir, jangan sampai hingga generasi kedepannya akan mengalami hal yang sama. Berikan kami hak sesuai dengan kewajiban yang telah kami bayarkan kepada PLN.
“Bukan hanya PLN saja yang dirugikan, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya pada ketersediaan listrik”

Kasyani (Warga Wajo)
Masyarakat Kembali Dikecewakan

Pemadaman bergilir bukan lagi hal baru bagi masyarakat di Sulsel, hal ini telah berlangsung bertahun-tahun. Tapi ditahun ini, ketika pihak PLN menjanjikan sudah tidak akan ada lagi pemadaman bergilir, ternyata hal tersebut tetap terjadi.
Masyarakat yang berharap untuk menikmati listrik secara penuh ternyata kembali dikecewakan. Padahal kami tetap membayar listrik dengan jumlah yang tetap besar tiap bulannya, meski ada pemadaman. Bahkan terdapat beberapa kasus yang masyarakat membayar lebih tinggi. Bukan hanya itu saja, beberapa alat-alat elektronik mengalami kerusakan sebagai imbas dari pemadaman bergilir ini. Untuk itu, kami mempertanyakan sampai kapan hal ini akan berlangsung terus, jika hanya mengandalkan hujan alamiuntuk memenuhi debit air yang dibutuhkan.
“Masyarakat yang berharap untuk menikmati listrik secara penuh ternyata kembali dikecewakan. Padahal kami tetap membayar listrik dengan jumlah yang tetap besar tiap bulannya”
Secured by Siteground Web Hosting