A+ R A-

Makassar Tak Miliki Sistem ATC Traffic Light

MAKASSAR – Sebagai kota metropolitan yang padat lalu lintas (lalin), ternyata hingga saat ini Kota Makassar belum memiliki sistem air traffic control(ATC).Sistem ini untuk mengatur nyala lampu lalu lintas secara otomatis. 

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Makassar Taufik Jaya menjelaskan, sebenarnya Kota Makassar sudah laik diterapkan sistem ATC.Hanya,hal itu sulit direalisasikan karena minimnya anggaran yang diperoleh setiap tahun. Apalagi, untuk menerapkan sistem itu dibutuhkan anggaran berkisar Rp2 miliar.Anggaran itu belum termasuk kantor khusus yang diperlukan memantau sistem pengaturan lampu lalin secara otomatis.Namun, kantor itu harus bangunan tinggi dan bisa memantau pergerakan kendaraan. “Sistem ATC bisa mengatur di ruas jalan mana saja yang hendak diseragamkan nyala lampunya, semisal warna hijau bisa terjadi di seluruh ruas jalan warnanya seragam untuk keperluan tertentu,” ujarnya di DPRD Makassar. Menurut mantan Kepala Bidang Prasarana Dinas Pendidikan Makassar ini, sejak beberapa tahun lalu,usulan ke pemerintah pusat untuk memasang sistem ATC dilakukan.

Hanya,sampai saat ini belum ada tanda-tanda adanya kucuran dana untuk merealisasikan program tersebut. Karena itu,saat ini yang dimanfaatkan traffic light secara manual dengan sistem komputerisasi mengandalkan listrik dari PLN sebanyak 180 unit atau sekitar empat sampai lima unit yang dipasang di 45 simpang jalan di daerah ini. Sisanya satu simpang di Jalan Perintis Kemerdekaan khusus menggunakan tenaga surya atau matahari. “Dana pemeliharaan traffic light sangat minim,hanya berkisar Rp180 juta. Ini untuk memelihara beberapa kerusakan yang muncul tiba-tiba, seperti komponen yang rusak, penggantian bola lampu, serta perbaikan sistem listrik yang kadang rusak akibat mati lampu,” ungkapnya. Kendati sistem ATC belum ada, sejak dua tahun terakhir sudah dipasang di beberapa traffic light timer digital system atau penunjuk waktu pergantian lampu lalin dari hijau ke merah.

Itu pun lokasi yang dipasangi masih terbatas, yakni di persimpangan Karebosi, Jalan Boulevard-Adhyaksa, Kartini-Bawakaraeng, Sudirman-Sungai Saddang- Karunrung, serta Ratulangi atau di depan Hotel Sahid. “Digital timer yang dipasang setiap simpang bervariasi mulai 45 detik hingga 80 detik, manfaatnya untuk pemasangan sistem ini.Masyarakat tidak perlu lagi memperhatikan lalin seksama, tapi sisa memperhatikan digital timer untuk memprediksi pergantian warna lampu,”pungkasnya. (suwarny dammar)

KOMENTAR FACEBOOK TERKINI

Share on Myspace

INFO TERKINI

Komentar Pengiklan

Secured by Siteground Web Hosting